“Mahasiswa sebagai generasi muda ini harus paham bagaimana caranya mengelola uang beserta dengan risiko-risikonya, apalagi sekarang ini marak instrumen keuangan digital,” kata Sekretaris Perusahaan IFG, Denny S. Adji.
“IFG selalu berkomitmen untuk menjadi bagian dalam membantu OJK melakukan literasi keuangan pada generasi muda ini,” tambahnya.
Dari survei IFG Progress juga terungkap bahwa mayoritas responden lebih memahami produk keuangan konvensional seperti tabungan dan emas, serta produk investasi seperti saham, reksa dana, dan obligasi.
Dari sisi kepemilikan, sebagian besar mahasiswa memiliki produk keuangan konvensional, terutama tabungan, emas, dan saham.
Baca Juga: Apresiasi untuk Pengabdian, Dandim 0423/BU Resmi Lepas 14 Prajurit TNI dan 2 PNS yang Purna Tugas
Sebagai holding BUMN yang bergerak di sektor asuransi dan penjaminan, IFG berkomitmen untuk terus menghadirkan solusi keuangan yang berfokus pada kebutuhan pelanggan (customer centricity) dan mendorong inklusi serta perlindungan keuangan yang lebih merata bagi seluruh lapisan masyarakat.
“Melalui IFG Progress, kami akan terus memperluas jangkauan literasi keuangan agar generasi muda Indonesia dapat tumbuh sebagai individu yang cakap finansial dan siap menghadapi tantangan ekonomi masa depan,” tutup Denny.***