kiat

Kendati Berisiko Tinggi, Remaja Dinilai Perlu Belajar Investasi Kripto untuk Asah Skill Finansial di Era Digital

Minggu, 24 Agustus 2025 | 19:26 WIB
Ilustrasi remaja belajar investasi kripto. (Unsplash.com/ArtRachen)

REDAKSI88.com – Minat remaja untuk belajar investasi kripto dinilai kian meningkat. Cryptocurrency atau uang virtual ini dipandang sebagian orang sebagai masa depan keuangan, meski di sisi lain banyak pakar mengingatkan risiko besar yang mengiringinya.

Cryptocurrency yang kini banyak dipelajari remaja dalam rangka belajar investasi kripto diketahui bisa dibeli dan dijual di jaringan terenkripsi bernama blockchain.

Aset digital ini tidak diterbitkan oleh pemerintah, tidak memiliki wujud fisik, dan nilainya bergantung pada mekanisme pasar. Bitcoin, Ethereum, hingga Dogecoin termasuk yang paling populer saat ini.

Baca Juga: OJK Tegaskan Perbankan RI Stabil dan Kuat Meski Kredit Melambat

“Banyak investasi yang berbasis di AS tidak dijual kepada anak di bawah umur. Namun, tidak ada undang-undang yang melarang siapa pun berinvestasi dalam cryptocurrency,” demikian keterangan Investopedia yang dikutip pada Sabtu, 23 Agustus 2025.

Cara paling umum untuk belajar investasi kripto adalah melalui bursa terpusat seperti Coinbase atau Binance. Bursa ini memungkinkan pengguna menyetor dolar AS untuk membeli aset digital. Kendati demikian, hampir semua bursa menetapkan batas usia minimal 18 tahun untuk mendaftar.

Salah satu caranya yakni melalui akun kustodian, sebuah rekening investasi yang dibuka orang tua atau wali untuk anak di bawah umur.

Baca Juga: BI Catat Uang Beredar Juli 2025 Tumbuh 6,5 Persen, Likuiditas Perekonomian Nasional Tetap Terjaga

Misalnya, EarlyBird menjadi salah satu akun kustodian pertama yang menawarkan kesempatan belajar investasi kripto. Dalam akun ini, orang tua bisa menyetorkan dana lalu memilih berinvestasi pada Bitcoin atau Ethereum, selain juga pada reksa dana atau ETF.

Alternatif lain adalah masuk dalam bursa kripto terdesentralisasi. Jenis bursa ini tidak diatur dan tidak membatasi umur, sehingga remaja bisa menghubungkan dompet digital mereka langsung ke blockchain.

Baca Juga: Emas atau Bitcoin? Mengulik Perbedaan dari Nilai Intrinsik Hingga Regulasi

Dengan sejarah harga yang naik-turun cukup tajam, investasi kripto memang mengandung risiko besar. Volatilitas, ketidakpastian regulasi, hingga ancaman peretasan masih membayangi pasar yang belum sepenuhnya stabil.

Di sisi lain, remaja dinilai tetap perlu belajar investasi kripto sejak dini. Selain menambah wawasan, langkah ini diyakini dapat mengasah kemampuan finansial mereka di era digital.***

Tags

Terkini