Redaksi88.com – Asuransi jiwa kerap dipandang sebagai salah satu instrumen penting untuk menjaga stabilitas keuangan keluarga di masa depan.
Namun, manfaat perlindungan ini hanya bisa dirasakan secara optimal bila pemilik polis mampu memilih sekaligus mengelolanya dengan tepat.
Faktanya, masih banyak masyarakat yang melakukan kesalahan mendasar ketika membeli asuransi jiwa.
Baca Juga: Ikuti Instruksi Prabowo, Ketua Banggar DPR Siap Hapus Tunjangan Pejabat Parlemen Termasuk Perumahan
Pendiri Whitford Financial Planning, Michael Helveston, menilai kekeliruan itu mulai dari kebiasaan menunda pembelian hingga memilih produk yang tidak sesuai kebutuhan.
“Jangan remehkan peran asuransi jiwa. Salah langkah bisa membuat perlindungan yang Anda pikir sudah cukup, justru tidak mencukupi,” ujar Michael dalam laporan Investopedia yang dikutip pada Selasa, 2 September 2025.
Lalu, apa saja hal yang perlu diperhatikan sekaligus dihindari agar polis asuransi jiwa tidak berubah menjadi bom waktu bagi kondisi finansial keluarga? Berikut ulasannya.
-
Menyepelekan Jumlah Pertanggungan
Banyak orang membeli polis dengan nilai perlindungan terlalu kecil. Padahal, jumlah yang tidak mencukupi bisa membuat keluarga tetap kesulitan.
“Pertanggungan yang terlalu sedikit sama saja seperti tidak punya asuransi. Bayangkan cicilan rumah Rp300 juta, tetapi perlindungan hanya Rp50 juta. Itu jelas tidak cukup,” ujar Michael.
Noah Damsky, seorang pakar ahli dari Marina Wealth Advisors, menambahkan asuransi jiwa sebenarnya menggantikan gaji.
"Itu yang membayar makan, biaya sekolah, dan kebutuhan tambahan ketika pasangan menjadi orang tua tunggal,” ungkap Noah dalam laporan yang sama.
-
Menunda Membeli Asuransi
Banyak orang merasa masih muda dan sehat sehingga menunda membeli polis. Padahal, menunggu terlalu lama justru bisa menjadi bumerang.
“Risiko terbesar menunda membeli asuransi adalah tidak lagi memenuhi syarat. Seiring waktu, masalah kesehatan bisa muncul, yang akhirnya membuat biaya premi lebih mahal atau bahkan tidak bisa diasuransikan,” ungkap Damsky