kiat

Jangan Sampai Menyesal! Ini 5 Poin Blunder saat Teken Asuransi Jiwa, Bisa Jadi Bom Waktu bagi Kondisi Finansial

Selasa, 2 September 2025 | 16:10 WIB
Ilustrasi kesalahan dalam mengambil asuransi jiwa saat membangun kemandirian finansial. (Freepik.com)

Baca Juga: Long Weekend September 2025! 4 Tips Menyusun Itinerary Biar Liburan Nggak Gagal Total

  1. Salah Pilih Jenis Polis

Bagi banyak keluarga, asuransi permanen terlihat menarik karena ada nilai tunai yang bisa ditarik. Namun, pakar mengingatkan produk ini tidak selalu cocok.

“Hampir selalu, asuransi berjangka sudah cukup,” kata Michael. 

Ia mengingatkan bahwa nilai tunai yang diambil akan mengurangi manfaat kematian yang diterima keluarga.

Ben Lies, pendiri Delphi Advisers menyebut portofolio investasi biasa ditambah asuransi berjangka hampir selalu memberikan hasil lebih baik daripada mengandalkan polis dengan nilai tunai. 

Selain itu, lanjut Ben Lies, asuransi berjangka jauh dinilai lebih murah.

Baca Juga: Soal 5 Anggota Dewan Dinonaktifkan Partainya, Begini Kata Ketua Banggar DPR

  1. Mengabaikan Detail Polis

Banyak orang hanya melihat jumlah premi dan nilai pertanggungan tanpa membaca detail syarat dan ketentuan. Padahal, detail kecil bisa sangat penting.

Pastikan memahami berapa lama polis berlaku, apakah ada pengecualian penyakit tertentu, dan bagaimana jika terjadi perubahan pekerjaan. 

Damsky menyarankan masyarakat untuk mencari informasi dari sumber netral.

“Jangan hanya percaya pada brosur perusahaan asuransi. Mulailah dari regulator seperti NAIC (National Association of Insurance Commissioners) untuk informasi edukasi,” ujar Damsky.

Baca Juga: Pramono Anung Ungkap Kerugian TransJakarta dan MRT Pasca Penjarahan hingga Pembakaran Capai Rp55 Miliar

  1. Tidak Pernah Meninjau Ulang Polis

Asuransi bukan keputusan sekali beli untuk selamanya. Kehidupan berubah, dan polis juga harus menyesuaikan.

“Perubahan itu unik sesuai kondisi. Setidaknya, tinjau kembali setiap lima tahun atau saat ada peristiwa besar seperti menikah, punya anak, atau bercerai,” kata Michael.

Dengan menghindari lima kesalahan umum ini, keluarga bisa memastikan perlindungan yang dimiliki tetap relevan dengan kebutuhan.

Halaman:

Tags

Terkini