Analis independen, Ross Norman menilai Swiss selama ini dikenal sebagai pusat penyulingan dan transit emas dunia, sementara Inggris menjadi lokasi perdagangan emas bebas terbesar.
Baca Juga: Mengupas Buah Pikiran Ibnu Khaldun, Sejarawan Muslim yang Mengungkap Siklus Jatuh Bangunnya Negara
Afrika Selatan dan Kanada juga termasuk negara penambang emas utama yang terdampak.
"Kemungkinan besar, mengenakan tarif 39 persen pada kilobar Swiss sama saja dengan menuangkan pasir ke dalam mesin yang sudah bekerja baik. Saya katakan kemungkinan, karena tetap ada peluang bahwa ini hanya kesalahan,” ujar Ross dalam artikel yang sama.
Selain itu, seorang manajer senior di kilang emas besar di Swiss mengaku perusahaannya langsung menghentikan pengiriman ke AS usai putusan CBP keluar.
Baca Juga: Teguh untuk PWI: Doa dari Ujung Sumatra Menyatukan yang Tercerai
Bahkan, menurut seorang spesialis logistik emas, pelaku industri di luar Swiss juga mengambil langkah serupa.
Hingga kini, rencana perintah eksekutif dari Gedung Putih diharapkan memberi kejelasan soal kebijakan ini.
Analis StoneX, Rhona O’Connell menyebut dalam pasar emas berjangka AS masih aman karena tingginya stok emas di gudang Comex.
Stok ini meningkat sejak lonjakan pengiriman pada Desember–Maret lalu, yang dipicu kekhawatiran soal tarif impor.
"Persediaan COMEX saat ini mencapai 86 persen dari open interest, dibandingkan 40–45 persen yang biasanya. Jadi, tidak ada masalah likuiditas untuk sekarang," kata Rhona dalam laporan Reuters yang sama.***