lifestyle

Epidemi Meningitis: Waspadai Penyakit Saraf yang Berbahaya dan Bisa Mematikan

Selasa, 26 Agustus 2025 | 11:03 WIB
Ilustrasi Epidemi Meningitis: Waspadai Penyakit Saraf yang Berbahaya dan Bisa Mematikan. (Pixabay/Mohamed_hassan)

REDAKSI88.com - Epidemi meningitis adalah ancaman kesehatan serius yang dapat menyerang siapa saja. Penyakit ini merupakan salah satu kondisi saraf berbahaya yang berpotensi mematikan bila tidak ditangani dengan cepat.

Secara definisi, meningitis adalah peradangan pada selaput otak (meningen) dan sumsum tulang belakang. Otak manusia dilapisi oleh selaput pelindung bernama meningen.

Jika terjadi infeksi atau peradangan pada lapisan ini, maka dapat menimbulkan gangguan serius yang membahayakan nyawa.

Baca Juga: Pakar Ahli: Kapan Sebaiknya Minum Suplemen Vitamin C Bisa Jadi Andalan Kesehatan hingga Kecantikan

Bagi masyarakat umum, istilah epidemi meningitis mungkin terdengar menakutkan. Namun, memahami gejalanya sejak dini dapat membantu kita lebih waspada dan mampu mengambil tindakan medis yang tepat.

Meningitis memiliki gejala khas yang perlu diwaspadai, antara lain demam tinggi, sakit kepala hebat rasa sakitnya bisa begitu luar biasa hingga penderita sulit menahan diri, bahkan sampai membenturkan kepala karena nyerinya tak tertahankan.

Kaku kuduk, bagian tengkuk terasa kaku luar biasa, bukan sekadar pegal biasa, melainkan sampai terasa seperti papan.

Baca Juga: Mengulik Kandungan Bahan Aktif Obat Nyamuk: Amankah bagi Kesehatan?

Ketiga gejala ini—demam tinggi, sakit kepala hebat, dan kaku kuduk—merupakan tanda penting yang tidak boleh diabaikan.

Epidemi meningitis umumnya disebabkan oleh infeksi. Beberapa di antaranya meliputi infeksi bakteri, infeksi virus, Infeksi jamur dan tuberkulosis (TBC).

Sebenarnya, otak telah dilindungi oleh sawar darah otak, yaitu sistem alami tubuh untuk mencegah kuman masuk. Namun, ketika daya tahan tubuh menurun drastis, kuman penyebab infeksi dapat menembus perlindungan ini dan menyerang otak.

Baca Juga: Beberapa Jenis Minuman yang Perlu Dibatasi demi Kesehatan Usus Anda

Beberapa kondisi yang meningkatkan risiko meningitis antara lain, infeksi di sekitar kepala, misalnya sinusitis, gigi berlubang yang tidak dirawat, atau infeksi telinga.

Riwayat TBC paru yang tidak diobati dengan tuntas, dan kondisi immunocompromised (daya tahan tubuh sangat lemah), misalnya pada penderita HIV/AIDS, pasien autoimun yang mengonsumsi obat penekan imun, atau pasien pasca transplantasi organ.

Halaman:

Tags

Terkini