lifestyle

Mengenal Depresi: Jenis, Penyebab, Gejala, dan Faktor Risikonya

Minggu, 3 November 2024 | 13:49 WIB
Mengenal Depresi: Jenis, Penyebab, Gejala, dan Faktor Risikonya (Foto Ilustrasi/Pexels/Pixabay)

Redaksi88.com - Depresi adalah suatu kondisi kesehatan mental yang ditandai oleh perasaan sedih yang mendalam dan berkepanjangan, disertai dengan hilangnya minat pada hal-hal yang sebelumnya mendatangkan kesenangan. 

Gangguan ini tidak hanya mempengaruhi suasana hati, tetapi juga merasuk ke dalam pikiran, mempengaruhi perilaku, dan menimbulkan dampak nyata pada kesehatan fisik penderitanya. 

Depresi, dengan kompleksitasnya, mengubah cara seseorang melihat dunia dan berinteraksi dengan kehidupan sehari-hari, seringkali memicu perubahan perilaku, menurunkan energi, dan melemahkan ketahanan emosional serta fisik.Baca Juga: Sifat-Sifat yang Diperlukan Dalam Memilih Teman atau Sahabat Menurut Islam

Jenis-Jenis Depresi

Ada berbagai bentuk depresi, beberapa di antaranya adalah:

1. Depresi Mayor

Merupakan bentuk depresi yang paling umum, Jenis gangguan kesehatan mental ini muncul dengan gejala berupa perasaan sedih, dan mengalami kehilangan minat. Kondisi ini bisa muncul setiap waktu dan berlangsung selama sekitar 2 minggu atau bahkan lebih. 

2. Distimia

Bentuk depresi kronis dengan gejala yang lebih ringan, Jenis ini termasuk dalam depresi mayor yang telah terjadi dalam waktu yang lama, yaitu setidaknya selama 2 tahun.

3. Depresi Bipolar

Ditandai dengan fluktuasi suasana hati yang ekstrim, antara depresi yang sangat dalam dan mania (perasaan sangat senang dan energi yang berlebihan).

Baca Juga: Bebaskan Diri dari FOMO! Dampak, Gejala, dan Tips untuk Mengatasinya

4. Depresi postpartum

Jenis depresi ini sangat umum terjadi pada ibu yang baru melalui proses persalinan. Biasanya, kondisi ini muncul dengan gejala depresi mayor dalam waktu kurang lebih 1 tahun setelah persalinan. 

5. Premenstrual dysphoric disorder (PMDD)

PMDD adalah gangguan mental yang identik dengan wanita. Gejalanya bisa terlihat sekitar 1 minggu sebelum hari menstruasi untuk beberapa wanita, lalu menghilang ketika haid tiba.

Namun, gangguan ini tidak sama dengan gejala dari PMS atau premenstrual syndrome.

6. Depresi atipikal (atypical depression)

Jenis ini biasanya muncul dengan beberapa gejala depresi yang tidak khas. Misalnya, kenaikan berat badan yang signifikan, terlalu banyak tidur, penolakan, dan sedih yang berlebihan.

Umumnya, gejala ini akan mulai mereda jika pengidapnya mengalami kejadian atau suasana yang positif. 

Baca Juga: Prabowo Tegaskan Indonesia Mitra Setara, Bukan Kacung Bangsa Asing!

Halaman:

Tags

Terkini