Redaksi88.com - Studi mengungkapkan bahwa depresi lebih sering terjadi di kalangan generasi Z. Dilansir dari laman The Health Site, berikut ini beberapa alasan aneh yang mungkin menjadi pemicu depresi. Simak penjelasannya lebih lanjut!
Depresi
Perasaan sedih yang ekstrem, dihantui oleh emosi negatif, atau kehilangan minat dalam aktivitas sehari-hari merupakan beberapa gejala yang dapat dikaitkan dengan depresi.
Depresi telah memengaruhi masyarakat kita sejak lama, tetapi semakin umum terjadi seiring berjalannya waktu. Sebuah analisis penelitian dari Pew Research Center menyatakan bahwa depresi merupakan fenomena yang meningkat di kalangan generasi Z dan bahwa remaja perempuan hampir tiga kali lebih banyak terkena dampaknya daripada remaja laki-laki.
Baca Juga: FMBP Bereaksi Keras, Ngaku BIN Fasilitasi Mediasi Konflik PT Agricinal Tanpa Pemda Jadi Sorotan
Penelitian tersebut didasarkan pada informasi yang ada dari Survei Nasional tentang Penggunaan Narkoba dan Kesehatan pada anak-anak remaja dalam rentang usia 12 hingga 17 tahun. Mereka juga menemukan bahwa terlepas dari jenis kelamin mereka, sebagian besar remaja merasa tertekan untuk mendapatkan nilai bagus.
Penyebab utama tekanan lainnya adalah kebutuhan masyarakat untuk berpenampilan tertentu. Meskipun penyebab depresi tampaknya sangat kompleks dan belum dipahami dengan baik, faktor-faktor yang mungkin memengaruhi hal ini dapat berupa kombinasi dari aspek genetik, biologis, lingkungan, dan psikososial.
Baca Juga: Momen Hangat Prabowo Bersama Para Pemimpin Dunia di Balik Layar KTT G20
Namun, ada faktor-faktor lain yang jarang dibahas tetapi dapat menjadi penyebab tersembunyi depresi. Mari kita telaah beberapa di antaranya.
Pemicu Depresi
1. Merokok.
Merokok sering kali dianggap sebagai cara pelarian dari stres. Namun, studi menunjukkan bahwa nikotin dapat memperburuk kecemasan dan depresi. Kebiasaan ini justru memperparah kondisi emosional seseorang dalam jangka panjang.
2. Kekurangan Magnesium.
Magnesium adalah mineral penting yang memengaruhi sumbu hipotalamus-hipofisis-adrenal, bagian otak yang mengatur stres dan suasana hati. Kekurangan magnesium dapat memicu kecemasan berlebih dan memperparah gejala depresi. Solusinya? Perbanyak konsumsi sayuran hijau, kacang-kacangan, dan biji-bijian.
3. Kekurangan Vitamin D.
Kurangnya paparan sinar matahari tidak hanya menyebabkan masalah fisik tetapi juga mental. Penelitian menunjukkan kaitan erat antara kekurangan vitamin D dengan depresi. Menghabiskan waktu di luar ruangan atau mengonsumsi suplemen vitamin D bisa menjadi langkah sederhana untuk mengatasi hal ini.
4. Gangguan Afektif Musiman (Seasonal Affective Disorder/SAD).
SAD adalah kondisi di mana suasana hati seseorang berubah sesuai musim. Meskipun lebih sering terjadi di negara dengan musim dingin yang panjang, di negara tropis seperti India atau Indonesia, musim panas yang panjang dapat menimbulkan gejala serupa, seperti kecemasan dan kelelahan emosional.
5. Media Sosial.
Penggunaan media sosial yang berlebihan kerap menciptakan tekanan sosial. "Membandingkan diri dan merasa kalah" menjadi sikap yang umum di kalangan remaja, terutama saat mereka melihat kehidupan orang lain tampak lebih sempurna di layar ponsel.