"Diantaranya, cetak sawah seluas 3 juta hektare dalam waktu 3-4 tahun, pompanisasi, optimasi lahan, rehabilitasi jaringan irigasi tersier, serta dukungan alat dan mesin pertanian (alsintan) untuk mempercepat proses tanam hingga panen,” jelas Amran, menegaskan target yang ingin dicapai dalam beberapa tahun ke depan.
Pada tahun 2024, pemerintah telah berhasil menyelesaikan tahap pertama dari program optimasi lahan rawa seluas 40.000 hektare di Merauke, dengan 35.000 hektare yang sudah ditanami, dan 5.000 hektare lainnya siap untuk diolah dan ditanami.
Tak hanya berfokus pada perluasan lahan, pemerintah juga menyiapkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) bagi petani di Merauke.
Di antara bantuan yang telah disalurkan adalah 65 unit traktor roda dua, 113 unit traktor roda empat, 76 unit rice transplanter, 638 unit pompa air, 20 unit combine harvester, dan 90 unit handsprayer yang dikelola oleh brigade pangan setempat.
Amran menegaskan bahwa swasembada pangan tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan petani Papua dan menciptakan lapangan kerja baru di daerah tersebut.
"Swasembada pangan tidak hanya meningkatkan produksi, tetapi juga bertujuan meningkatkan kesejahteraan petani dan menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat Papua,” ujarnya.
Di hadapan ribuan warga yang berkumpul, Prabowo menunjukkan komitmennya untuk menjadikan Papua Selatan sebagai kekuatan baru dalam sektor pangan Indonesia.
Dengan program yang dirancang untuk memberdayakan petani milenial dan memperluas lahan pertanian modern, kunjungan kerja Prabowo ini tidak hanya menjadi simbol dukungan tetapi juga membawa harapan nyata bagi masa depan pertanian di Merauke.***