khazanah

Sejarah Puasa Ramadan, Perjalanan Penuh Hikmah dalam Islam

Minggu, 2 Maret 2025 | 13:54 WIB
Ilustrasi fofo - Sejarah Puasa Ramadan, Perjalanan Penuh Hikmah dalam Islam. (Freepik / rawpixel.com)

Saat mereka berlabuh di Gunung Ararat atau bukit Judi, Nabi Nuh memerintahkan puasa sebagai ungkapan rasa syukur atas selamatnya mereka dari kehancuran.

Puasa di masa Nabi Nuh adalah bentuk pengakuan dan terima kasih kepada Allah atas pertolongan-Nya. 

Nabi Daud dan Puasa Selang-Seling

Nabi Daud AS, memperkenalkan bentuk puasa yang unik, yakni puasa selang-seling. Dalam pola ini, ia berpuasa sehari dan tidak berpuasa sehari berikutnya.

Kebiasaan ini dikenal sebagai "puasa Daud", yang menegaskan bahwa puasa bisa memiliki berbagai bentuk sesuai dengan kondisi dan keimanan seseorang.

Baca Juga: Dari Lontong Tunjang hingga Sembam Ikan Marola, Ini Kuliner Khas Bengkulu yang Wajib dicoba saat Berkunjung ke Bengkulu

Nabi Musa, Puasa Asyura

Puasa selanjutnya dikenal melalui kisah Nabi Musa AS. Setelah Allah menurunkan mukjizat berupa jalan setapak melalui lautan untuk menyelamatkan Bani Israil dari kejaran Firaun dan tentaranya.

Nabi Musa memerintahkan umatnya untuk berpuasa sebagai bentuk ungkapan syukur atas pertolongan ilahi.

Puasa yang dilakukan untuk mengenang peristiwa penyelamatan ini kemudian dikenal dengan nama "puasa Asyura".

2. Transformasi Puasa di Era Rasulullah SAW

Peralihan dari Puasa Asyura ke Puasa Ramadan

Rasulullah SAW sendiri awalnya kerap menjalankan puasa tiga hari setiap bulannya. Ketika beliau hijrah ke Madinah, beliau mendapati kaum Yahudi di sana tengah melaksanakan puasa Asyura pada tanggal 10 Muharram untuk memperingati selamatnya Nabi Musa.

Rasulullah SAW pun menyatakan bahwa ia lebih berhak menjalankan puasa tersebut dan akhirnya mengadopsi kebiasaan itu untuk umatnya.

Namun, setahun kemudian, Allah menurunkan wahyu dalam Surat Al-Baqarah ayat 183 dan 185 yang menetapkan puasa Ramadan sebagai kewajiban bagi umat Islam.

Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa." (Al-Baqarah ayat 183).

Halaman:

Tags

Terkini