Redaksi88.com - Bulan Ramadhan disebut juga dengan Syahrul Ibadah atau bulan ibadah karena memiliki keutamaan yang tidak dimiliki bulan lainnya.
Di bulan suci ini, umat Muslim dianjurkan untuk memperbanyak ibadah sunnah selain yang wajib.
Salah satu ibadah sunnah yang paling utama adalah shalat tarawih, sebagaimana dijelaskan dalam hadits:
"Barangsiapa ibadah (tarawih) di bulan Ramadhan seraya beriman dan ikhlas, maka diampuni baginya dosa yang telah lampau.”(HR al-Bukhari, Muslim, dan lainnya)
Baca Juga: Pahala Berlipat Ganda! Ini 5 Keutamaan Sedekah di Bulan Ramadhan
Sejarah dan Jumlah Rakaat Shalat Tarawih
Shalat tarawih merupakan sunnah muakkad (sunnah yang sangat dianjurkan) yang menjadi penyempurna ibadah wajib.
Umumnya, shalat ini dilakukan sebanyak 8 atau 20 rakaat, ditambah dengan 3 rakaat witir, sehingga totalnya menjadi 11 atau 23 rakaat.
Dalam sejarahnya, shalat tarawih pada masa Khalifah Umar bin Khattab dilakukan sebanyak 20 rakaat.
Hal ini disebutkan dalam riwayat Imam al-Baihaqi dan Imam Malik dalam kitab al-Muwatta'.
Imam al-Baihaqi menjelaskan bahwa riwayat yang menyebut 20 rakaat tidak menghitung witir, sedangkan riwayat 23 rakaat sudah termasuk witir.
Baca Juga: Puasa Bukan Sekadar Menahan Lapar, Ini 7 Manfaat Kesehatan yang Bisa Anda Dapatkan
Tata Cara Shalat Tarawih
Shalat tarawih dapat dilakukan secara berjamaah maupun sendiri. Berikut langkah-langkah pelaksanaannya:
1. Niat Shalat Tarawih
- Sebagai Imam
"Ushalli sunnatat tarāwīhi rak'atayni mustaqbilal qiblati adā'an imāman lillāhi ta'ālā."