Sejarah Shalat Tarawih, Dari Rasulullah Hingga Tradisi Masa Kini

Ibrahim Shiddiq, Redaksi88
- Minggu, 2 Maret 2025 | 14:15 WIB
Ilustrasi foto - Sejarah Shalat Tarawih, Dari Rasulullah Hingga Tradisi Masa Kini. (Freepik)
Ilustrasi foto - Sejarah Shalat Tarawih, Dari Rasulullah Hingga Tradisi Masa Kini. (Freepik)

Redaksi88.com - Setiap malam Ramadhan, umat Islam memenuhi masjid-masjid untuk menunaikan shalat Tarawih

Suasana religius yang khas ini seolah menjadi bagian tak terpisahkan dari bulan suci tersebut. 

Namun, tahukah Anda bahwa di masa Rasulullah SAW, shalat Tarawih justru lebih banyak dilakukan secara privat?

Kisah ini bermula pada tahun kedua Hijriah. Rasulullah pertama kali mengerjakan shalat Tarawih di masjid pada malam ke 23 Ramadhan.

Baca Juga: Sejarah Puasa Ramadan, Perjalanan Penuh Hikmah dalam Islam

Awalnya, hanya segelintir sahabat yang mengikuti beliau, tetapi jumlah mereka terus bertambah di malam berikutnya. 

Hingga akhirnya, ketika jamaah semakin membludak, Rasulullah justru tidak keluar ke masjid pada malam ketiga atau keempat.

Dalam sebuah hadist dari Sayyidah Aisyah RA, Rasulullah bersabda:

Artinya: "Dari 'Aisyah Ummil Mu'minin radliyallahu 'anha, sesungguhnya Rasulullah pada suatu malam shalat di masjid, lalu banyak orang shalat mengikuti beliau. Pada hari ketiga atau keempat, jamaah sudah berkumpul (menunggu Nabi) tapi Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam justru tidak keluar menemui mereka. 

Pagi harinya beliau bersabda, 'Sungguh aku lihat apa yang kalian perbuat tadi malam. Tapi aku tidak datang ke masjid karena aku takut sekali bila shalat ini diwajibkan pada kalian."Sayyidah 'Aisyah berkata, 'Hal itu terjadi pada bulan Ramadhan." (HR Bukhari dan Muslim).

Keputusan Rasulullah ini bukan tanpa alasan. Ada dua pertimbangan besar yang mendasarinya:

Baca Juga: Jangan Lewatkan! Ini 5 Amalan Sunnah di Bulan Syawal yang Perlu dilakukan dan diketahui Umat Muslim

1. Kekhawatiran Tarawih Diwajibkan

Rasulullah memahami betapa semangat para sahabat dalam beribadah. Namun, beliau juga menyadari bahwa jika Tarawih dilakukan secara konsisten dan diikuti banyak orang, Allah bisa saja mewajibkannya. 

Hal ini dikhawatirkan akan menjadi beban bagi generasi berikutnya yang belum tentu memiliki semangat ibadah setara dengan para sahabat.

Halaman:

Editor: Ibrahim Shiddiq

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X