Redaksi88.com - Bulan Ramadhan telah berlalu, Idul fitri telah dirayakan dengan sukacita, dan kini kita memasuki bulan Syawal, bulan kemenangan yang istimewa.
Namun, kemenangan sejati bukan hanya dirayakan, melainkan juga dipertahankan dengan terus menjalankan amal ibadah.
Salah satu amalan sunnah yang sangat dianjurkan di bulan ini adalah Puasa Syawal, sebuah ibadah ringan yang memiliki pahala luar biasa.
Baca Juga: Keutamaan, Tata Cara, dan Pahala Shalat Tarawih di Bulan Suci Ramadhan
Keutamaan Puasa Syawal: Setara Puasa Setahun
Puasa Syawal adalah puasa sunnah selama enam hari di bulan Syawal. Meski tidak wajib, keutamaannya sangat besar, sebagaimana dijelaskan dalam hadis:
"Barang siapa berpuasa Ramadhan lalu melanjutkannya dengan puasa enam hari di bulan Syawal, maka itu setara dengan puasa sepanjang tahun." (HR. Muslim)
Lalu, mengapa bisa setara dengan puasa setahun?
Para ulama menjelaskan bahwa puasa Ramadhan bernilai sepuluh kali lipat, sehingga sebulan Ramadhan setara dengan puasa 10 bulan. Ditambah enam hari puasa Syawal (6×10=60 hari atau 2 bulan), maka genaplah hitungan 12 bulan atau satu tahun penuh.
Baca Juga: Pahala Berlipat Ganda! Ini 5 Keutamaan Sedekah di Bulan Ramadhan
Waktu & Hukum Puasa Syawal
1. Kapan waktu puasa Syawal?
Puasa ini bisa dilakukan setelah Idul Fitri, dimulai dari tanggal 2 Syawal hingga akhir bulan.
Tidak harus berurutan, sehingga boleh dikerjakan kapan saja selama masih dalam bulan Syawal.
Menurut Mazhab Syafi’i dan Hanafi, lebih utama jika dilakukan tidak berurutan, misalnya diselingi beberapa hari.
Sedangkan menurut Mazhab Maliki dan Hanbali, lebih baik dilakukan berturut-turut agar lebih mudah mendapatkan keutamaannya.