REDAKSI88.com- Ungkapan seperti “jodoh pasti bertemu” atau “jodoh tidak ke mana-mana” sering kita dengar sebagai bentuk keyakinan bahwa setiap manusia akan dipertemukan dengan pasangan hidupnya.
Dalam Islam, jodoh adalah bagian dari takdir Allah SWT., sebagaimana maut, nasib, dan rezeki. Hal ini ditegaskan dalam Al-Qur’an Surah An-Nahl ayat 72, yang berbunyi:
"Allah telah menjadikan bagi kalian pasangan dari jenis kalian sendiri, dan dari pasangan kalian, Allah menciptakan anak dan cucu, dan Dia memberi rezeki yang baik kepada kalian. Mengapa kalian beriman pada yang salah dan mengingkari nikmat Allah?"
Baca Juga: Penyakit Hati dalam Perspektif Islam, Kenali Tanda dan Cara Menyembuhkannya
Ayat ini mengingatkan bahwa pasangan hidup adalah salah satu nikmat Allah yang harus kita syukuri.
Jodoh tidak hanya tentang bertemunya dua insan, tetapi juga tentang rezeki, keturunan, dan keberkahan dalam kehidupan bersama.
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), jodoh diartikan sebagai orang yang cocok menjadi suami atau istri, pasangan hidup.
Namun, Islam memberikan makna yang lebih dalam. Melansir buku Hukum Keluarga Islam di Indonesia karya Ansari, jodoh dipandang sebagai cerminan diri.
Baca Juga: Sifat-Sifat yang Diperlukan Dalam Memilih Teman atau Sahabat Menurut Islam
Hal ini selaras dengan firman Allah dalam Al-Qur’an: “Perempuan-perempuan yang baik untuk laki-laki yang baik, dan laki-laki yang baik untuk perempuan-perempuan yang baik pula” (QS. An-Nur: 26).
Dengan kata lain, kualitas diri seseorang akan mencerminkan kualitas pasangan yang ia dapatkan.
Baca Juga: Kebohongan Kasih Sayang Seorang Ibu, Hargai Perannya dalam Kehidupan
Seseorang yang senantiasa memperbaiki akhlak dan amalnya akan dipertemukan dengan pasangan yang sejalan.
Mensyukuri dan Berusaha dalam Menjemput Jodoh