Ketiga, masyarakat dapat langsung datang ke Puskesmas terdekat dengan membawa KTP atau KK. Petugas akan membantu pendaftaran bagi mereka yang tidak memiliki akses internet.
“Dengan adanya program cek kesehatan gratis ini, pemerintah ingin mengubah paradigma layanan kesehatan dari pendekatan kuratif (mengobati setelah sakit) menjadi preventif (pencegahan),” jelas Aji Muhawarman.
Baca Juga: Terungkap Pengakuan Pelaku Penyebar Video Pelajar Berhubungan Badan di Lamtim
Pemeriksaan kesehatan juga mencakup anak-anak usia sekolah, yakni mereka yang berusia 7 hingga 17 tahun, termasuk siswa SD, SMP, dan SMA, yang akan diperiksa setiap awal tahun ajaran.
Juru Bicara Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Widyawati, menegaskan bahwa layanan ini bisa diakses oleh seluruh masyarakat Indonesia, termasuk mereka yang tidak memiliki BPJS atau yang kepesertaannya tidak aktif.
“Jadi, (program cek kesehatan gratis) ini sebetulnya untuk seluruh masyarakat, baik yang punya BPJS atau tidak punya BPJS,” kata Widyawati dalam pernyataannya di Jakarta, Senin 10 Februari 2025.
Petugas Puskesmas akan mengecek status kepesertaan BPJS masyarakat yang mendaftar. Jika BPJS mereka tidak aktif, mereka akan diarahkan untuk mengaktifkannya kembali atau mendaftar sebagai peserta baru.
Baca Juga: Cari Cuan dari HP? Ini 3 Aplikasi Penghasil Saldo DANA yang Terbukti Membayar!
“Kalau belum, nanti sama-sama dengan petugas Puskesmas akan didaftarkan menjadi (peserta) BPJS,” ujar Widyawati. Hal ini bertujuan agar masyarakat tetap mendapatkan perlindungan kesehatan berkelanjutan setelah program ini.
Saat ini, layanan cek kesehatan gratis hanya tersedia di Puskesmas di seluruh Indonesia. Ke depannya, Kemenkes berencana menggandeng klinik swasta yang bermitra dengan BPJS agar layanan semakin luas.
“Nanti bertahap akan mengajak klinik-klinik swasta yang sudah bekerja sama dengan BPJS. Makanya, tadi kalau misalnya (saat warga) daftar (program cek kesehatan gratis) belum ada (kepesertaan BPJS Kesehatan), yuk kami daftarkan ke BPJS,” tutupnya.***