REDAKSI88.com, JAKARTA - Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) sedang mempersiapkan spektrum frekuensi radio 80 MHz di pita frekuensi 1,4 GHz untuk mendukung penyediaan layanan internet murah.
Frekuensi ini rencananya akan dialokasikan untuk Broadband Wireless Access (BWA) dan akan segera dilelang dalam waktu dekat.
Direktur Jenderal Infrastruktur Digital Kominfo, Wayan Toni, menjelaskan bahwa kebijakan ini didasarkan pada hasil kajian yang telah dilakukan.
Menurutnya, teknologi BWA dinilai mampu memberikan akses internet yang terjangkau bagi masyarakat.
Baca Juga: Terungkap Pengakuan Pelaku Penyebar Video Pelajar Berhubungan Badan di Lamtim
"Ya, karena ini kan apa ya sebagai akses ya kelihatannya dari teknologi yang menurut ITU ini benar-benar bisa memberikan aspek yang murah kepada masyarakat. Itu dari kajian sih," ujar Wayan di Gedung DPR RI, Senayan, dikutip Senin 10 Februari 2025.
Pemerintah menargetkan bahwa frekuensi ini dapat menyediakan akses internet murah dan cepat dengan standar kecepatan layanan internet bagi penyedia BWA ditetapkan pada 100 Mbps dengan harga berkisar antara Rp100.000 hingga Rp150.000.
"Kalau tarif Rp100 ribu sampai Rp150 ribu lah harapan kami. Jadi ingat ini bukan untuk seluler. Jadi sebenarnya kalau mereka akan membangun di sini, dia harus bawa fiber optik dulu, lalu dia naikkan [pancarkan] ke rumah-rumah lewat akses internet," kata Wayan.
Baca Juga: Mengungkap Fakta, Jaksa Geledah Sekretariat DPRD Bengkulu Utara
Wayan Toni juga menjelaskan bahwa solusi terbaik untuk menghadirkan internet murah adalah dengan melelang frekuensi 1,4 GHz, yang diharapkan dapat berlangsung pada pekan ketiga Februari 2025.
"Kalau peraturan menterinya bisa segera sesuai jadwal, kemungkinan minggu ketiga Februari," lanjutnya.
Selain itu, pemerintah juga akan mengundang semua perusahaan yang memiliki izin jaringan tetap Packet Switched untuk berpartisipasi dalam lelang ini.
"Nanti operator yang memiliki izin itu kami akan undang," jelas Wayan.
"Khusus untuk jartap (jaringan tetap) block packet switch, bukan untuk seluler ya. Seluler nanti diberikan lagi," imbuhnya.
Artikel Terkait
Bahlil Lahadalia Kembali Atur Pembelian LPG 3 Kg untuk UMKM dengan Syarat Izin Usaha
Tak Perlu Daftar Online, Masyarakat Bisa Langsung ke Puskesmas untuk Cek Kesehatan Gratis
Suhu Terpanas di Luar Prediksi, Ilmuwan Bingung dan Ungkap Iklim di Indonesia
Revitalisasi Tanggul Pascabanjir, Pemkab Lampung Selatan, BBWS Mesuji Sekampung, dan DPRD Lampung Turunkan Alat Berat
Mengungkap Fakta, Jaksa Geledah Sekretariat DPRD Bengkulu Utara
Terungkap Pengakuan Pelaku Penyebar Video Pelajar Berhubungan Badan di Lamtim