REDAKSI88.com Kebijakan blokade pelabuhan Iran oleh Amerika Serikat memicu kekhawatiran besar terhadap stabilitas ekonomi dunia, terutama pada sektor energi dan perdagangan.
Walaupun ekspektasi akan adanya dialog sempat meredam harga minyak, ketegangan geopolitik yang masih membara tetap menjadi ancaman nyata bagi negara berkembang seperti Indonesia.
Ekonom Noviardi Ferzi menekankan bahwa krisis ini merupakan masalah global dengan efek domino yang luas.
Baca Juga: Isu Kaus Kaki SPPI Rp6,9 Miliar Viral, Kepala Badan Gizi Nasional Bilang Begini
“Blokade ini menyasar jalur strategis energi dunia. Ketika distribusi minyak terganggu, volatilitas harga akan meningkat dan ini berdampak langsung pada inflasi serta biaya produksi di banyak negara,” kata Noviardi, dalam keterangannya di Jakarta pada Selasa, 14 April 2026.
Noviardi memperingatkan bahwa stabilitas pasar saat ini bersifat semu. Kerentanan di Selat Hormuz dapat memicu lonjakan harga energi secara mendadak. Dampaknya pun akan merembet ke daerah-daerah di Indonesia melalui kenaikan biaya logistik yang menekan daya beli warga.
“Daerah dengan ketergantungan tinggi pada sektor distribusi dan konsumsi akan lebih rentan terhadap shock eksternal seperti ini,” paparnya.
Baca Juga: KPK Identifikasi Sosok ZA Sebagai Perantara Suap Pansus Haji Senilai 1 Juta Dolar AS
Sebagai langkah antisipasi, Noviardi mendesak pemerintah untuk memperkuat mitigasi stok energi dan ketahanan pangan. Ia menegaskan perlunya percepatan diversifikasi ekonomi demi kemandirian bangsa.
“Di tengah ketidakpastian global, kunci utama adalah memperkuat fondasi ekonomi lokal agar lebih resilien. Jika tidak, gejolak di luar negeri akan terus menjadi ancaman laten bagi stabilitas ekonomi dalam negeri,” pungkasnya.***
Artikel Terkait
Viral Surat SMAN 1 Ciemas ke SPPG, Distribusi MBG Diduga Ganggu Tugas Utama Guru
Prabowo Buka Pendidikan Asrama Gratis, Anak dari Keluarga Miskin Dapat Makan 3 Kali Sehari hingga Fasilitas Memadai
Menteri Rosan: Stabilitas Nasional Jadi Daya Tarik Utama Investasi Asing di Tengah Gejolak Global
KPK Identifikasi Sosok ZA Sebagai Perantara Suap Pansus Haji Senilai 1 Juta Dolar AS
Isu Kaus Kaki SPPI Rp6,9 Miliar Viral, Kepala Badan Gizi Nasional Bilang Begini