Dampak Blokade AS Terhadap Iran: Ancaman Tersembunyi bagi Ekonomi Domestik

Syamsu Rizal, Redaksi88
- Kamis, 16 April 2026 | 12:58 WIB
Memyoroti Kebijakan blokade pelabuhan Iran oleh Amerika Serikat. (Ilustrasi)
Memyoroti Kebijakan blokade pelabuhan Iran oleh Amerika Serikat. (Ilustrasi)

REDAKSI88.com Kebijakan blokade pelabuhan Iran oleh Amerika Serikat memicu kekhawatiran besar terhadap stabilitas ekonomi dunia, terutama pada sektor energi dan perdagangan.

Walaupun ekspektasi akan adanya dialog sempat meredam harga minyak, ketegangan geopolitik yang masih membara tetap menjadi ancaman nyata bagi negara berkembang seperti Indonesia.

Ekonom Noviardi Ferzi menekankan bahwa krisis ini merupakan masalah global dengan efek domino yang luas.

Baca Juga: Isu Kaus Kaki SPPI Rp6,9 Miliar Viral, Kepala Badan Gizi Nasional Bilang Begini

“Blokade ini menyasar jalur strategis energi dunia. Ketika distribusi minyak terganggu, volatilitas harga akan meningkat dan ini berdampak langsung pada inflasi serta biaya produksi di banyak negara,” kata Noviardi, dalam keterangannya di Jakarta pada Selasa, 14 April 2026.

Noviardi memperingatkan bahwa stabilitas pasar saat ini bersifat semu. Kerentanan di Selat Hormuz dapat memicu lonjakan harga energi secara mendadak. Dampaknya pun akan merembet ke daerah-daerah di Indonesia melalui kenaikan biaya logistik yang menekan daya beli warga.

“Daerah dengan ketergantungan tinggi pada sektor distribusi dan konsumsi akan lebih rentan terhadap shock eksternal seperti ini,” paparnya.

Baca Juga: KPK Identifikasi Sosok ZA Sebagai Perantara Suap Pansus Haji Senilai 1 Juta Dolar AS

Sebagai langkah antisipasi, Noviardi mendesak pemerintah untuk memperkuat mitigasi stok energi dan ketahanan pangan. Ia menegaskan perlunya percepatan diversifikasi ekonomi demi kemandirian bangsa.

“Di tengah ketidakpastian global, kunci utama adalah memperkuat fondasi ekonomi lokal agar lebih resilien. Jika tidak, gejolak di luar negeri akan terus menjadi ancaman laten bagi stabilitas ekonomi dalam negeri,” pungkasnya.***

Editor: Syamsu Rizal

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X