Redaksi88.com- Pasca viral di Medsos video syur pelajar yang dilakukan sepasang pelajar SMP di Martapura, Kabupaten Banjar Kalimantan Selatan menambah sederetan kasus memilukan bagi dunia pendidikan di tanah air.
Langkah konkret harus segera diambil oleh pemerintah dan orang tua guna meminimalisir kejadian serupa agar tidak terulang lagi bagi generasi milenial saat ini.
Pendekatan Multidisiplin untuk solusi Komprehensif adalah salah satu strategi dengan melibatkan berbagai bidang ilmu dan keahlian untuk mengatasi masalah kompleks seperti kasus video syur pelajar.
Baca Juga: Sejarah Hari Musik Universal yang Selalu Diperingati 12 Oktober
Pendekatan ini mesti dilalukan karena masalah sosial tidak berdiri dengan sendirinya, melainkan saling terkait dengan berbagai faktor yang ada.
Menyikapi fenomena video syur pelajar yang lagi viral saat ini, redaksi mengutip beberapa pendapat pakar-pakar Psikolog yang melatarbelakangi sehingga terjadinya pergaulan bebas.
Pakar psikologi ternama, Elizabeth Englander yang dikenal dalam bidang psikologi anak dan perilaku daring, menekankan bahwa keterlibatan remaja dalam masalah video syur, atau sexting, merupakan fenomena yang dipengaruhi oleh beberapa faktor psikologis dan sosial.
Baca Juga: Tokoh Penggagas Hari Museum Nasional, Menjaga Warisan Budaya Indonesia untuk Generasi Mendatang
Profesor psikologi di Bridgewater State University, Massachusetts, Amerika Serikat ini pendapat, bahwa remaja sering kali tidak sepenuhnya memahami konsekuensi jangka panjang dari berbagi konten pribadi secara daring.
Menurutnya, keterlibatan dalam perilaku ini sering kali dipicu oleh tekanan teman sebaya, kebutuhan akan validasi, serta eksplorasi identitas seksual pada masa remaja.
Berikut ini beberapa dampak dan faktor lainnya menurut pendapat pakar psikologi terkait video syur pelajar, antara lain,
Kurangnya Kemampuan Mengontrol Diri dan Pengambilan Keputusan yang Belum Matang.
Baca Juga: Hari Musik Universal 2024, Harmoni Global yang Menginspirasi Dunia
Menurut Laurence Steinberg, seorang psikolog, perkembangan otak remaja masih dalam tahap perkembangan, terutama bagian prefrontal cortex yang berperan dalam pengambilan keputusan dan kontrol impuls.