Redaksi88.com - Penyakit Kawasaki adalah kondisi langka yang menyerang anak-anak, menyebabkan demam tinggi dan peradangan serius pada pembuluh darah.
Meski jarang terjadi, penyakit ini bisa memicu kerusakan arteri koroner, yakni pembuluh yang bertugas mengantarkan darah kaya oksigen langsung ke jantung.
Dampaknya tidak hanya pada jantung, tetapi juga mempengaruhi kelenjar getah bening, kulit, serta selaput lendir di mulut, hidung, dan tenggorokan.
Baca Juga: Kekalahan Perdana Timnas Indonesia Memicu Sorotan Terhadap Pelatih STY
Berikut penjelasan lengkap mengenai penyebab, gejala, diagnosis, serta cara penanganan penyakit Kawasaki.
Apa Itu Penyakit Kawasaki?
Penyakit Kawasaki merupakan vasculitis, atau kondisi peradangan pada pembuluh darah, yang dapat meluas ke banyak organ.
Penyakit ini umumnya menyerang anak-anak di bawah usia 5 tahun dan jarang terjadi pada remaja atau orang dewasa.
Baca Juga: Gonjang-ganjing Isu Rumah Tangga, Paula Verhoeven Tegaskan Tidak Ada Perselingkuhan
Meski penyebab pastinya belum diketahui, beberapa ahli berpendapat bahwa penyakit ini mungkin dipicu oleh infeksi bakteri atau virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh anak.
Gejala Penyakit Kawasaki
Gejala penyakit Kawasaki biasanya muncul dalam tiga fase, yaitu:
- Fase Akut (1-2 Minggu)
- Demam Tinggi: Demam di atas 38°C yang berlangsung lebih dari lima hari dan tidak membaik meskipun diberi obat penurun demam.
- Ruam Merah: Ruam merah muncul di tubuh, terutama pada area tangan, kaki, dan kelamin.
- Mata Merah: Kedua mata tampak merah tanpa disertai keluarnya cairan.
- Pembengkakan pada Tangan dan Kaki: Terjadi pembengkakan pada telapak tangan dan kaki, disertai kemerahan pada kulit.
- Pembesaran Kelenjar Getah Bening: Kelenjar getah bening di leher membengkak dan terasa nyeri.
- Fase Subakut (2-4 Minggu)
- Pada fase ini, gejala demam mulai mereda, namun anak masih menunjukkan tanda-tanda iritabilitas, pengelupasan kulit pada ujung jari tangan dan kaki, serta terdapat risiko komplikasi jantung.
- Fase Pemulihan (4-8 Minggu)
- Gejala peradangan perlahan membaik, namun dalam beberapa kasus, anak dapat mengalami komplikasi pada jantung jika tidak segera mendapatkan penanganan.
Peringatan!
Baca Juga: Magelang Hujan Deras, Prabowo Turut Hujan-hujanan bersama Taruna Akmil di Upacara Parade Senja
Jika tidak segera diobati, penyakit kawasaki dapat menyebabkan kerusakan serius pada otot jantung dan arteri koroner.
Potensi komplikasinya, yaitu aneurisma, aritmia, penggumpalan darah, arteri koroner, masalah katup jantung hingga miokarditis.