- Genetika
Anak-anak yang mengembangkan penyakit kawasaki juga memiliki genetik khusus terhadap penyakit ini.
Artinya, gen yang mereka warisi dari orang tua bisa meningkatkan risiko penyakit ini.
Sejauh ini, penyakit kawasaki lebih lebih sering terjadi pada anak-anak dari Asia Timur Laut, terutama Jepang dan Korea.
Pahami lebih lanjut seputar Penyakit Kawasaki - Gejala, Penyebab, dan Pengobatannya berikut ini.
Pengobatan Penyakit Kawasaki
Penanganan penyakit Kawasaki harus dilakukan segera untuk mencegah komplikasi jantung yang lebih serius. Beberapa langkah pengobatan yang biasanya dilakukan adalah:
- Pemberian Imunoglobulin Intravena (IVIG)
Terapi imunoglobulin bertujuan menurunkan peradangan serta mencegah kerusakan pada pembuluh darah. Terapi ini sebaiknya diberikan dalam waktu 10 hari sejak gejala demam muncul untuk mengurangi risiko komplikasi jantung. - Aspirin Dosis Tinggi
Meskipun aspirin jarang digunakan pada anak-anak karena risiko efek samping, pada kasus penyakit Kawasaki, aspirin dosis tinggi diperlukan untuk mengurangi peradangan, mengendalikan demam, dan mencegah pembekuan darah. Setelah demam turun, dosis aspirin akan dikurangi. - Kortikosteroid dan Obat Anti-Inflamasi Lainnya
Pada kasus yang tidak merespons IVIG, dokter mungkin meresepkan kortikosteroid atau obat anti-inflamasi lainnya untuk mengendalikan gejala.
Tips Pencegahan dan Perawatan di Rumah
Meski penyebab pasti penyakit Kawasaki belum diketahui, langkah-langkah berikut bisa membantu mencegah komplikasi yang lebih serius dan mempercepat pemulihan:
- Ikuti Petunjuk Dokter: Pastikan anak mendapatkan terapi dan pengobatan sesuai arahan dokter.
- Pantau Kondisi Anak: Selalu pantau kondisi jantung anak, terutama pada masa-masa pemulihan.
- Hindari Aktivitas Berat: Anak yang sedang dalam masa pemulihan sebaiknya tidak melakukan aktivitas berat yang bisa memicu stres pada jantung.
- Dukungan Nutrisi Seimbang: Berikan makanan bergizi yang mendukung kekebalan tubuh.
Proses Pemulihan Penyakit Kawasaki
Setelah anak keluar dari rumah sakit, dokter akan memberikan saran perawatan di rumah pada orang tua.
Perawatan berfokus membuat anak nyaman dan memastikan mereka minum cukup cairan agar tidak dehidrasi.
Pastikan Si Kecil terus minum obat yang diresepkan dan perhatikan kemungkinan efek sampingnya.
Jangan lupa untuk melakukan pemeriksaan rutin ke dokter untuk memantau kondisi jantung.
Biasanya dokter akan melakukan pemeriksaan ultrasound jantung (ekokardiogram) memastikan tidak ada kelainan pada jantung anak.
Setelah normal, biasanya anak dapat berhenti mengonsumsi aspirin.
Pemulihan penuh bisa memakan waktu sekitar 6 minggu, tetapi pada beberapa anak, bisa lebih lama.
Pengobatan lanjutan mungkin diperlukan jika anak mengembangkan komplikasi lebih lanjut.
Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk mengenali gejala dan segera membawa anak ke fasilitas kesehatan apabila mendapati tanda-tanda penyakit ini.
Artikel Terkait
Lidah Buaya: Solusi Alami untuk Kulit Sehat dan Bebas Jerawat
Wajib Tahu! Ini Manfaat Bawang Putih dan Penyakit yang Dapat dicegah
Menghadapi Musim Pancaroba: Waspada Flu dan Kenali Gejala serta Pencegahan
Memahami Aset Hidup: Ini 5 Kekayaan Terpenting yang Tak Terlihat
Rahasia Kebahagiaan Rumah Tangga, 5 Perubahan Positif Istri Setelah Menikah