lifestyle

Dopamin, "Hormon Bahagia" yang Bisa Menjadi Bumerang bagi Tubuh

Selasa, 5 November 2024 | 11:34 WIB
Dopamin, "Hormon Bahagia" yang Bisa Menjadi Bumerang bagi Tubuh (Foto Ilustrasi/Pixabay/geralt)

Redaksi88.com - Dopamin, sering disebut sebagai "hormon bahagia," adalah zat kimia yang berperan penting dalam memunculkan perasaan senang dan motivasi. 

Ketika kita menikmati makanan lezat, mendengarkan musik favorit, atau mendapatkan pujian, otak melepaskan dopamin, memberikan sensasi kepuasan dan kebahagiaan. 

Namun, meski perannya sangat penting, kadar dopamin yang berlebihan justru dapat berdampak buruk bagi kesehatan mental dan fisik.

Baca Juga: Anggota Dewan Berang, PT Agricinal Dinilai Tunjukkan Sikap Melawan Pemerintah Daerah Bengkulu Utara

Apa Itu Dopamin dan Mengapa Penting?

Dopamin adalah neurotransmitter, zat kimia yang digunakan otak untuk mengirim sinyal antar-sel saraf. Fungsi utamanya adalah mengatur perasaan senang, motivasi, serta sistem penghargaan (reward system) dalam otak. 

Contohnya, saat kita meraih pencapaian atau mendapatkan hadiah, dopamin dilepaskan, memberikan rasa puas dan mendorong kita untuk mengulangi hal-hal yang menyenangkan tersebut.

Kapan Dopamin Menjadi Berlebihan?

Peningkatan kadar dopamin yang berlebihan dapat terjadi dalam berbagai kondisi, seperti:

  • Penggunaan Narkoba 

Obat-obatan seperti kokain dan amfetamin meningkatkan kadar dopamin secara signifikan.

Baca Juga: Berbagai Manfaat Temulawak Bagi Kesehatan Tubuh yang Wajib Diketahui

  • Ketergantungan Gadget dan Media Sosial

Setiap notifikasi atau scroll di media sosial memicu "dopamine hit," menciptakan efek adiktif.

  • Makanan Tinggi Gula dan Lemak

Otak menganggap makanan ini sebagai "hadiah," yang memicu pelepasan dopamin.

  • Perilaku Adiktif

Aktivitas seperti berjudi, belanja impulsif, atau bermain game juga menyebabkan lonjakan dopamin.

Halaman:

Tags

Terkini