Redaksi88.com - Mengelola stres dan merawat kulit dengan baik adalah langkah penting untuk mengatasi jerawat yang dipicu oleh tekanan emosional. Dikenal sebagai "jerawat stres," kondisi jerawat yang memburuk akibat seseorang mengalami stres pribadi.
Meskipun stres bukan penyebab utama jerawat, hubungan antara keduanya tak bisa diabaikan.
Seperti dilansir dari laman Health, berikut adalah informasi penting seputar jerawat yang dipicu oleh stres, simak selengkapnya dibawah ini!
Baca Juga: Penelitian Terbaru, Ini Strategi Spesifik yang Bisa mengurangi risiko Kanker, Temukan Faktanya!
Gejala Jerawat Stres
Hingga saat ini, penelitian belum menemukan perbedaan spesifik antara jerawat stres dan jerawat biasa. Namun, jerawat yang dipicu stres dapat muncul dalam berbagai bentuk, antara lain:
- Komedo: Jenis jerawat yang muncul karena pori-pori membesar akibat penumpukan minyak atau sel kulit mati, sehingga menimbulkan bintik hitam akibat oksigen yang bereaksi dengan penumpukan tersebut.
- Nodul atau kista: Jerawat dengan pembengkakan kulit yang dalam akibat penumpukan minyak, sel kulit mati, dan bakteri
- Papula: Noda yang muncul sebagai benjolan kecil berwarna merah akibat bakteri, sel kulit mati, dan minyak yang masuk lebih jauh ke dalam kulit.
- Jerawat : Munculnya jerawat yang menyebabkan pembengkakan pada kulit karena bakteri yang menumpuk di pori-pori
- Pustula: Jerawat yang mirip dengan papula, di mana noda mengandung bagian tengah berwarna kuning atau putih dan cairan kekuningan
- Komedo putih: Jenis jerawat yang muncul karena adanya noda putih atau berwarna seperti daging yang terbentuk karena penumpukan minyak dan sel kulit mati.
Dr. Allison K. Truong, seorang ahli dermatologi dan anggota American Academy of Dermatology (AAD) dari Cedars-Sinai Medical Center, menjelaskan bahwa jerawat stres umumnya muncul atau memburuk akibat tekanan psikologis. Contohnya, seseorang yang biasanya hanya memiliki satu atau dua jerawat mungkin tiba-tiba mengalami lonjakan hingga puluhan jerawat selama masa stres.
Baca Juga: Terungkap! Kisah Haru Seorang Ayah Dibohongi Putrinya soal Kelulusan dan Ijazah yang Ditahan
Apakah Stres Bisa Menyebabkan Jerawat?
Secara teknis, stres bukanlah penyebab langsung jerawat. Namun, ada hubungan erat antara tingkat keparahan jerawat dan stres emosional. Sebuah ulasan dari beberapa penelitian menunjukkan bahwa stres memperburuk jerawat pada 50% hingga 80% penderita.
Menurut Dr. Angela Lamb, profesor dermatologi di Icahn School of Medicine di Mount Sinai, New York, individu dengan kulit cenderung berminyak, pori-pori besar, atau yang rentan berjerawat lebih mungkin mengalami jerawat yang diperparah oleh stres.
Para peneliti memiliki beberapa teori tentang bagaimana stres mempengaruhi jerawat. Salah satu yang paling diterima adalah peran hormon, terutama kortisol dikenal sebagai hormon "lawan atau lari." Saat stres, tubuh meningkatkan produksi kortisol dan androgen (hormon seks pria). Hormon-hormon ini merangsang kelenjar minyak di kulit dan folikel rambut, yang dapat memicu munculnya jerawat.
Baca Juga: Inilah 5 Alasan Mengapa Makan Pepaya Saat Perut Kosong Baik untuk Tubuh Anda
Penyebab Jerawat Lainnya
Penyebab pasti timbulnya jerawat masih belum diketahui, namun jerawat dapat muncul akibat beberapa hal berikut yang terjadi pada pori-pori Anda:
- Pertumbuhan bakteri
- Penumpukan sel kulit mati
- Produksi minyak berlebih atau tinggi
Cara Mengatasi Jerawat yang Dipicu oleh Stres
Mengelola jerawat akibat stres dimulai dengan mengenali kapan stres menjadi faktor penyebabnya. Langkah pertama yang penting adalah mengurangi stres melalui berbagai aktivitas yang menenangkan, seperti:
- Melakukan latihan pernapasan
- Mendapatkan tidur yang cukup
- Mendengarkan musik
- Meditasi
- Membaca
- Berlatih yoga atau tai chi
- Berjalan santai
Selain itu, perawatan kulit yang tepat juga memainkan peran penting. Berikut beberapa opsi perawatan berdasarkan tingkat keparahan jerawat: