REDAKSI88.com - Momen haru dikisahkan oleh seorang dosen di Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran, yang juga dikenal sebagai content creator.
Namun, di balik profesionalismenya sebagai pendidik, ada momen-momen emosional yang mendalam yang ia tulis di akun Media Sosial pribadinya.
Kisah ini terjadi sekitar 14 tahun lalu, saat itu ia masih menjadi dosen muda.
Baca Juga: Peringatan Hari Ayah Nasional, Sejarah dan Maknanya
Suatu hari, seorang bapak datang ke program studi tempat ia mengajar.
Beliau menanyakan tentang ijazah anak perempuannya yang, menurut cerita sang anak, masih ditahan oleh pihak program studi karena revisi yang belum selesai.
Setelah memeriksa data, kenyataan pahit pun terungkap, anak bapak tersebut bahkan belum menyelesaikan setengah dari mata kuliahnya dan tidak pernah kembali melanjutkan perkuliahannya.
Bapak itu terkejut, karena selama ini anaknya selalu pergi kuliah setiap hari.
Baca Juga: Mengapa Gunung Machhapuchhre Menjadi Simbol Suci dan Penuh Pesona di Nepal? Ini Fakta Menariknya
Dengan penuh perjuangan, bapak tersebut telah bekerja keras demi membiayai pendidikan anaknya, yang ternyata tidak pernah dibayarkan. Ketika mendengar fakta ini, bapak itu menangis.
"Saat beliau pergi, saya pun menangis," ungkap @ibuiramira yang ia tulis di dinding Instagram pribadinya.
Ia melanjutkan, "Kalau kalian di posisi saya, mungkin juga akan ikut menangis."
Baca Juga: Jejak Sejarah dan Perkembangan Kelurahan Pasar Lais di Kabupaten Bengkulu Utara
Ia masih ingat betul penampilan bapak tersebut, mengenakan jaket coklat kumal dengan tambalan, sandal usang yang sempat ia lepas ketika masuk ruangan—namun diminta untuk tetap dikenakan oleh Ira dan rekan-rekannya.
Artikel Terkait
Warisan Sejarah, Wisata di Trans Kolonial Kemumu Bengkulu Utara
Sejarah Hari Musik Universal yang Selalu Diperingati 12 Oktober
Sejarah Mitoni, Warisan Budaya Jawa yang Penuh Makna Spiritual
Apa Makna Tersembunyi di Balik Mitoni, Tradisi Kuno Jawa untuk Ibu Hamil
Jejak Sejarah dan Perkembangan Kelurahan Pasar Lais di Kabupaten Bengkulu Utara
Peringatan Hari Ayah Nasional, Sejarah dan Maknanya