Redaksi88.com- Mitoni, sebuah tradisi sakral dalam budaya Jawa, dilaksanakan ketika seorang wanita hamil memasuki usia kehamilan tujuh bulan.
Lebih dari sekadar seremonial, upacara ini sarat dengan makna spiritual dan filosofis yang mendalam.
Masyarakat Jawa meyakini, melalui prosesi ini, keselamatan ibu dan kelancaran proses persalinan dapat diraih, serta bayi yang lahir akan tumbuh sehat dan cerdas, menjadi anak yang sholeh atau sholehah.
Mitoni, juga dikenal dengan istilah tingkeban, diyakini telah ada sejak zaman Kerajaan Kediri, di bawah pemerintahan Prabu Jayabaya.
Baca Juga: Sejarah Hari Musik Universal yang Selalu Diperingati 12 Oktober
Tradisi ini dikisahkan berawal dari seorang wanita bernama Niken Satingkeb yang melakukan ritual mandi ketika hamil tujuh bulan.
Ritual tersebut kemudian berkembang menjadi sebuah prosesi yang diwariskan secara turun-temurun hingga kini.
Upacara Mitoni mencakup berbagai simbol yang memiliki makna filosofis. Salah satu elemen penting adalah tumpeng, yang dalam upacara ini melambangkan ketuhanan, kemakmuran, dan keselamatan.
Bentuknya yang menyerupai gunung dipercaya sebagai simbol penghormatan kepada Tuhan Yang Maha Esa dan harapan agar kehidupan keluarga selalu berada di atas.
Baca Juga: Warisan Sejarah, Wisata di Trans Kolonial Kemumu Bengkulu Utara
Selain tumpeng, ada juga kain batik yang membungkus calon ibu. Motif batik yang digunakan pun dipilih secara khusus—biasanya motif kawung yang melambangkan kesuburan, atau parang yang melambangkan kekuatan.
Prosesi lainnya seperti mandi beras kencur, memotong rambut, hingga ngunjuk (memilih benda-benda simbolis seperti buku atau uang) juga melambangkan harapan akan kesehatan, kecerdasan, dan kesejahteraan anak yang akan lahir.
Setiap tahap dijalankan dengan seksama, penuh dengan doa dan harapan dari keluarga besar.
Prosesi yang Berbeda di Setiap Daerah
Artikel Terkait
Mengenal Pulau Swarnadwipa
Suara Dari Ikan Paus Sperma Dapat Membuat Pendengaran Seseorang Tuli Permanen
Besok Hari Raya Galungan, Simak Rangkaian Acaranya
Mengenal Tradisi Tabuik di Pariaman, Ini Sejarahnya
Mengenal Tradisi Karapan Sapi di Madura
Wajib Tahu! 1 Oktober Peringatan Hari Apa?