Ketika Ira mengantar sang bapak itu ke parkiran, terlihat bahwa beliau mengendarai vespa tua yang hampir tidak bisa menyala.
Raut wajahnya yang penuh kesedihan terus membekas di ingatan Ira hingga hari ini.
"Mengingatnya lagi, saya menangis," urainya dengan penuh haru.
Kisah ini menjadi pengingat bahwa di balik profesi dosen, ada tanggung jawab moral dan beban emosional yang tidak kalah beratnya.
Baca Juga: Warisan Sejarah, Wisata di Trans Kolonial Kemumu Bengkulu Utara
Semoga kisah ini dapat dijadikan pembelajaran bagi pelajar dan mahasiswa, pentingnya sebuah kejujuran dan menghargai pengorbanan orang tua yakni seorang ayah, yang berjuang dengan keringat dan air mata demi kesuksesan Anak-anak mereka.(*)
Artikel Terkait
Warisan Sejarah, Wisata di Trans Kolonial Kemumu Bengkulu Utara
Sejarah Hari Musik Universal yang Selalu Diperingati 12 Oktober
Sejarah Mitoni, Warisan Budaya Jawa yang Penuh Makna Spiritual
Apa Makna Tersembunyi di Balik Mitoni, Tradisi Kuno Jawa untuk Ibu Hamil
Jejak Sejarah dan Perkembangan Kelurahan Pasar Lais di Kabupaten Bengkulu Utara
Peringatan Hari Ayah Nasional, Sejarah dan Maknanya