Qadha Puasa Ramadhan vs Puasa Syawal: Mana yang Didahulukan?

Syamsu Rizal, Redaksi88
- Rabu, 2 April 2025 | 17:42 WIB
Sebaiknya mengganti puasa Ramadhan dulu atau puasa Syawal dulu?  (Unsplash/VD Photography)
Sebaiknya mengganti puasa Ramadhan dulu atau puasa Syawal dulu? (Unsplash/VD Photography)

REDAKSI88.com – Setelah melaksanakan shalat Idul Fitri, umat Muslim dianjurkan untuk melanjutkan ibadah dengan puasa sunnah 6 hari di bulan Syawal.

Berdasarkan hadis sahih, "Barangsiapa berpuasa Ramadhan lalu mengikutinya dengan 6 hari di Syawal, maka seperti berpuasa setahun penuh." (HR. Muslim no. 1164)

Lantas, bagaimana pelaksanaannya apabila kita memiliki hutang puasa Ramadhan? Apakah mengganti puasa Ramadhan lebih dahulu atau puasa Syawal lebih dahulu?

Baca Juga: Tata Cara Sholat Idul Fitri Menurut Muhammadiyah yang Sesuai dengan Sunnah Rasulullah SAW

Mendahulukan Qadha Puasa Ramadhan

Fatwa Lajnah Daimah (Komite Tetap Fatwa Arab Saudi, no. 3477) menyebutkan, "Wajib menyelesaikan qadha puasa Ramadhan terlebih dahulu sebelum melakukan puasa sunnah Syawal, karena kewajiban harus didahulukan atas amalan sunnah."

Menurut Imam Nawawi dalam Al-Majmu' Syarh al-Muhadzdzab (6/179) menyebutkan, "Tidak sah melakukan puasa sunnah jika masih memiliki kewajiban yang belum ditunaikan."

Dalam penerapannya, dianjurkan bagi yang mampu, seperti wanita usai haid, musafir yang telah kembali, atau orang sakit yang sudah sembuh dan boleh mendahulukan Puasa Syawal.

Syaikh Abdul Aziz bin Baz dalam Majmu' Fatawa (15/387-389) menyebutkan, "Jika seseorang kesulitan mengqadha puasa di awal Syawal, ia boleh mendahulukan puasa Syawal asalkan tetap mengqadha sebelum Ramadhan berikutnya."

Menurut Imam Ibnu Qudamah dalam Al-Mughni (3/87) menyebutkan, "Waktu qadha puasa Ramadhan panjang, sedangkan puasa Syawal terikat waktunya."

Dalam ketentuannya, tetap wajib mengganti puasa Ramadhan sebelum datang bulan Ramadhan berikutnya.

Baca Juga: Sambut Idul Fitri dengan Penuh Makna, Ini Amalan Sunnah yang Perlu Diketahui

Menggabungkan Niat Qadha dan Puasa Syawal

Menurut Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin dalam Syarh al-Mumti' (6/448) menyebutkan, "Jika seseorang berniat puasa untuk mengqadha Ramadhan sekaligus mengharap pahala puasa Syawal, maka ia mendapatkan dua keutamaan."

Fatwa Dar al-Ifta al-Mishriyyah (no. 1597) menyebutkan, "Boleh menggabungkan niat qadha dan puasa Syawal dalam satu puasa."

Niat

"Nawaitu shauma ghadin 'an qadha'i Ramadhana wa sunnata Syawwali lillahi ta'ala.

Halaman:

Editor: Syamsu Rizal

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X