khazanah

Kisah Sahabat Rasulullah SAW yang Diperebutkan Para Bidadari

Jumat, 6 Desember 2024 | 09:41 WIB
Ilustrasi-Kisah Sahabat Rasulullah SAW yang Diperebutkan Para Bidadari. (Foto/Istimewa)

“Lamaran itu untuk sahabat ku Julaibib,” kata Rasulullah. 

Setelah mendengar pinangan Rasulullah itu, pimpinan Ansor lantas hanya terdiam. Hal ini karena ia sangat mengenal betul siapa Julaibib. Ia adalah pria yang buruk rupa dan miskin. 

Dalam benaknya, putrinya tentu tidak mau menikah dengan pria seperti itu. Tetapi sungguh diluar dugaan, dari belakang terdengar suara wanita ikut masuk di dalam percakapan.

“Ayah, Ibu.. apakah kalian akan menolak pinangan Rasulullah? Aku sekali kali tidak akan menolaknya. Aku yakin Rasulullah tidak akan membuat kita sengsara.” kata Sang putri. 

Seketika itu pula, luluhlah hati pimpinan Ansor itu dan menerima Julaibib sebagai menantunya. 

Baca Juga: Penyakit Hati dalam Perspektif Islam, Kenali Tanda dan Cara Menyembuhkannya

Pernikahan pun kemudian dilangsungkan akhirnya Rasulullah menikahkan Julaibib dengan seorang wanita yang sholehah dan cantik jelita. 

Wanita tersebut diminta oleh Rasulullah untuk bersedia menjadi istri Julaibib. Karena imannya yang teguh ia rela menaati Rasulullah. 

Perasaan Julaibib begitu bahagia serta penuh rasa syukur. Karena tak disangka ada seorang wanita cantik jelita mau bersanding dengannya berkat Rasulullah SAW. 

Usai melangsungkan pernikahan Julaibib lalu memboyong istrinya ke rumahnya yang berada di Shuffah masjid Nabawi. 

Julaibib terkagum kagum saat istrinya menampakan wajahnya. Seraut wajah putih serta seulas senyum manis menyapa pandangan matanya. 

Baca Juga: Sifat-Sifat yang Diperlukan Dalam Memilih Teman atau Sahabat Menurut Islam

Sesaat kemudian, tiba tiba Julaibib dilanda rasa tidak percaya diri. Mengingat ia tak memiliki rupa yang rupawan. 

Terbetik dalam hatinya, benarkah dia telah diterima seorang wanita cantik, ia lalu bertanya kepada istrinya, “Apakah engkau ridho dengan pernikahan ini, tidakkah engkau menyesal telah menerimaku sebagai suamimu”. 

Dengan suara lembut, lalu istrinya menjawab, “Wahai suamiku engkau adalah laki laki pilihan Rasulullah untukku, aku ridho menjadi istrimu”.  

Halaman:

Tags

Terkini