REDAKSI88.com- Rasulullah shallallahu alaihi wassalam (SAW) tak kuasa menahan tangis saat salah satu sahabat terbaiknya wafat di medan perang, dan diperebutkan para bidadari.
Dikisahkan, ada salah seorang sahabat Nabi Muhammad yang memiliki wajah yang buruk rupa. Namun memiliki keimanan yang teguh. Dia bernama Julaibib.
Sosok pria dengan berpenampilan lusuh, berkulit hitam dan bertubuh pendek. Dengan keadaan serta keterbatasan inilah membuat Julaibib kerap mendapat hinaan dan cacian dari banyak orang.
Suatu hari, Nabi Muhammad bertanya, apakah engkau akan menikah wahai Julaibib?
Pertanyaan Rasulullah itu dijawabnya dengan santun, “Siapakah orangnya yang mau menikahkan putrinya dengan diri ku ini ya Rasulullah,” jawab Julaibib sembari tersenyum.
Baca Juga: Jodoh dalam Islam, Antara Takdir, Usaha dan Ikhtiar
Dalam penyampaiannya itu, tidak terlihat oleh Rasulullah rasa sedih di wajah Julaibib. Lantas nabi tersenyum dengan lembut kepadanya.
Hari berikutnya, Rasulullah kembali menanyakan hal yang sama kepada Julaibib. Lalu dijawab pula oleh Julaibib, dengan perkataan yang sama pula. Begitu pula di hari berikutnya.
Namun, di hari berikutnya nabi tidak sekedar bertanya melainkan beliau menarik tangan Julaibib dan membawanya ke sebuah rumah pimpinan Ansor.
Di sana Rasulullah meminang seorang putri pimpinan Ansor itu untuk dinikahkan dengan Julaibib.
Setelah mendapat pinangan dari Rasulullah, pimpinan Ansor lalu berkata, “Tentu ya Rasulullah, dengan senang hati,” jawab pimpinan Ansor.
Baca Juga: Jodoh dalam Islam, Rahasia Ilahi dan Cerminan Diri
Rasulullah berkata, “Tapi aku melamar putrimu bukan untukku.
Lalu untuk siapa ya Rasulullah,” tanya pemimpin Ansor itu.
Artikel Terkait
10 Pintu Masuk Setan Menyesatkan Manusia, Nomor 5 Paling Sering
6 Sumber Kebahagiaan Menurut Islam yang Dapat Diterapkan
Dua Macam Nafsu, Tahukah Apa Itu Nafsu?
Cara Mengendalikan Nafsu dan Tiga Penyakit Hati
Etika Berteman, Jangan Panggil Nama Temanmu dengan Sebutan Ini..
Amalan Doa Mendapatkan Jodoh, Pekerjaan maupun Rumah