kiat

Era Digital Butuh Literasi Data, Bootcamp DQLab Jadi Solusi Cepat Bagi Generasi Muda

Rabu, 20 Agustus 2025 | 14:40 WIB
Pentingnya literasi data yang memadai dalam meraih masa depan yang cemerlang. (Dok. DQLab)

Redaksi88.com – Di tengah era digital yang serba terhubung, data kini menjadi bagian yang tak terpisahkan dari hampir semua aspek kehidupan. 

Kemampuan memahami, mengolah, dan menganalisis data menjadi keterampilan penting untuk meraih peluang di dunia kerja maupun pendidikan tinggi.

Meski demikian, masih banyak generasi muda yang belum memiliki literasi data memadai. 

Kondisi ini berpotensi menjadi penghambat dalam upaya mereka meraih masa depan yang lebih cerah.

Baca Juga: Sri Mulyani Gunakan SAL Rp60 Triliun untuk Redam Ketergantungan Utang Dan Perkuat APBN 2026

Laporan UNDP tahun 2024 mencatat, terdapat sekitar 64 juta anak muda berusia 16–30 tahun di Indonesia, atau sekitar 23,2 persen dari total penduduk.

Dari jumlah tersebut, 25,8 persen masih tergolong NEET (Not in Education, Employment, or Training), yang menunjukkan adanya potensi besar yang belum termanfaatkan optimal.

Pemerintah menargetkan terbentuknya 9 juta digital talent pada 2030, dengan kebutuhan sekitar 600 ribu talenta digital baru setiap tahunnya.

Namun, tantangan besar masih membayangi. Data Tech for Good Institute tahun 2025 menyebutkan hanya sekitar 50 persen talenta digital di Indonesia yang memiliki keterampilan dasar hingga menengah, sementara hanya 1 persen yang mampu mencapai level lanjutan, terutama di bidang teknologi seperti kecerdasan buatan (AI). 

Baca Juga: OJK Ingatkan Korban Penipuan Keuangan Harus Lapor Cepat, Jangan Lebih dari 12 Jam

Kondisi ini menegaskan masih lebarnya kesenjangan dalam penguasaan keterampilan digital.

Di sisi pendidikan, studi terbaru yang dipublikasikan di PLOS ONE pada Januari 2025 menunjukkan hasil positif dari pelaksanaan boot camp literasi data untuk siswa SMA dan SMK.

Para peserta menyatakan meningkatnya kesadaran akan pentingnya literasi data, serta merasakan manfaat nyata dari penggunaan alat sederhana seperti Microsoft Excel dalam melakukan analisis sehari-hari. 

Kemampuan literasi data kini menjadi kebutuhan utama yang tidak bisa ditunda. 

Halaman:

Tags

Terkini