Sri Mulyani Gunakan SAL Rp60 Triliun untuk Redam Ketergantungan Utang Dan Perkuat APBN 2026

Ibrahim Shiddiq, Redaksi88
- Rabu, 20 Agustus 2025 | 14:20 WIB
Menteri Keuangan Indonesia, Sri Mulyani akan memanfaatkan Saldo Anggaran Lebih (SAL) dari APBN 2025 untuk mengurangi utang.  (Instagram.com/@smindrawati)
Menteri Keuangan Indonesia, Sri Mulyani akan memanfaatkan Saldo Anggaran Lebih (SAL) dari APBN 2025 untuk mengurangi utang. (Instagram.com/@smindrawati)

Redaksi88.com – Pemerintah menyiapkan strategi baru untuk menjaga stabilitas fiskal pada 2026 dengan memanfaatkan Saldo Anggaran Lebih (SAL) dari APBN 2025.

Berdasarkan Buku II Nota Keuangan dan Rancangan APBN 2026, pemerintah akan mengalokasikan Rp60 triliun SAL untuk mengurangi ketergantungan pada utang sekaligus menjadi penyangga fiskal (fiscal buffer).

“Pada RAPBN tahun anggaran 2026, pemerintah mengalokasikan penggunaan SAL sebagai instrumen pengurang utang dan fiscal buffer sebesar Rp60 triliun,” tertulis dalam dokumen resmi Kementerian Keuangan, Selasa, 19 Agustus 2025.

Baca Juga: OJK Ingatkan Korban Penipuan Keuangan Harus Lapor Cepat, Jangan Lebih dari 12 Jam

Tidak hanya digunakan untuk menekan utang, sebagian dana SAL juga akan ditempatkan pada instrumen keuangan jangka pendek dengan risiko terkendali. 

Langkah ini memungkinakn fleksibilitas bagi pemerintah, karena dana tersebut bisa digunakan sewaktu-waktu untuk menutup defisit APBN 2026 jika diperlukan.

Selain SAL, pemerintah juga menyiapkan opsi pembiayaan lain melalui Hasil Pengelolaan Aset (HPA). 

Baca Juga: Dinilai Gagal Sehatkan Perekonomian, OJK Tutup BPR di Deli Serdang

Sumber ini berasal dari penjualan atau likuidasi aset eks Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) maupun bekas Bank Dalam Likuidasi (BDL).

Menteri Keuangan Indonesia, Sri Mulyani menegaskan bahwa pemanfaatan SAL sebagai sumber pembiayaan non-utang selama ini berperan penting dalam menjaga kesinambungan fiskal negara. 

Ia menambahkan, pada 2026 SAL akan tetap dikelola secara efisien dan optimal agar fungsi stabilisasi fiskal berjalan efektif, terutama menghadapi ketidakpastian ekonomi baik di dalam negeri maupun global.***

Editor: Ibrahim Shiddiq

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sekjen PWI Pusat Zulmansyah Sekedang Wafat

Sabtu, 18 April 2026 | 13:54 WIB
X