Redaksi88.com – Pemerintah menyiapkan strategi baru untuk menjaga stabilitas fiskal pada 2026 dengan memanfaatkan Saldo Anggaran Lebih (SAL) dari APBN 2025.
Berdasarkan Buku II Nota Keuangan dan Rancangan APBN 2026, pemerintah akan mengalokasikan Rp60 triliun SAL untuk mengurangi ketergantungan pada utang sekaligus menjadi penyangga fiskal (fiscal buffer).
“Pada RAPBN tahun anggaran 2026, pemerintah mengalokasikan penggunaan SAL sebagai instrumen pengurang utang dan fiscal buffer sebesar Rp60 triliun,” tertulis dalam dokumen resmi Kementerian Keuangan, Selasa, 19 Agustus 2025.
Baca Juga: OJK Ingatkan Korban Penipuan Keuangan Harus Lapor Cepat, Jangan Lebih dari 12 Jam
Tidak hanya digunakan untuk menekan utang, sebagian dana SAL juga akan ditempatkan pada instrumen keuangan jangka pendek dengan risiko terkendali.
Langkah ini memungkinakn fleksibilitas bagi pemerintah, karena dana tersebut bisa digunakan sewaktu-waktu untuk menutup defisit APBN 2026 jika diperlukan.
Selain SAL, pemerintah juga menyiapkan opsi pembiayaan lain melalui Hasil Pengelolaan Aset (HPA).
Baca Juga: Dinilai Gagal Sehatkan Perekonomian, OJK Tutup BPR di Deli Serdang
Sumber ini berasal dari penjualan atau likuidasi aset eks Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) maupun bekas Bank Dalam Likuidasi (BDL).
Menteri Keuangan Indonesia, Sri Mulyani menegaskan bahwa pemanfaatan SAL sebagai sumber pembiayaan non-utang selama ini berperan penting dalam menjaga kesinambungan fiskal negara.
Ia menambahkan, pada 2026 SAL akan tetap dikelola secara efisien dan optimal agar fungsi stabilisasi fiskal berjalan efektif, terutama menghadapi ketidakpastian ekonomi baik di dalam negeri maupun global.***
Artikel Terkait
Ketua MPR Bantah Isu Periode Jabatan Presiden Jadi 8 Tahun
Kemendag Berhasil Amankan 19.391 Bal Pakaian Bekas Impor Ilegal Senilai Rp112 Miliar di Bandung
Kebijakan Tarif Trump Meluas, Suku Cadang Mobil hingga Furnitur Ikut Terdampak
Dinilai Gagal Sehatkan Perekonomian, OJK Tutup BPR di Deli Serdang
OJK Ingatkan Korban Penipuan Keuangan Harus Lapor Cepat, Jangan Lebih dari 12 Jam