Kebijakan Tarif Trump Meluas, Suku Cadang Mobil hingga Furnitur Ikut Terdampak

Ibrahim Shiddiq, Redaksi88
- Rabu, 20 Agustus 2025 | 12:12 WIB
Ilustrasi pabrik pembuatan aluminium dan baja.  (Unsplash.com/MartinGrincevschi)
Ilustrasi pabrik pembuatan aluminium dan baja. (Unsplash.com/MartinGrincevschi)

Redaksi88.com – Departemen Perdagangan Amerika Serikat (AS) resmi memperluas penerapan tarif terhadap berbagai produk berbahan baja dan aluminium.

Sebelumnya diketahui, kebijakan tarif ini merupakan bagian dari strategi perdagangan Presiden AS, Donald Trump

Sejak awal masa jabatannya, Trump menerapkan tarif 10 persen hampir kepada seluruh mitra dagang AS, bahkan lebih tinggi untuk puluhan negara, termasuk Uni Eropa dan Jepang.

Baca Juga: Wangi Segar dan Menenangkan, Ini Rekomendasi Parfum Teh yang Cocok untuk Aktivitas Seharian

Dalam aturan terbaru, kini lebih dari 400 jenis produk akan dikenakan bea masuk tambahan, mulai dari turbin angin, buldoser, hingga peralatan berat lainnya. 

Kebijakan tersebut juga menyasar produk sehari-hari seperti furnitur, gerbong kereta, hingga komponen otomotif juga turut terdampak.

Secara keseluruhan, terdapat 407 kategori produk yang kini masuk dalam daftar baru dengan tarif sebesar 50 persen atas kandungan baja dan aluminium di dalamnya.

Baca Juga: Kemendag Berhasil Amankan 19.391 Bal Pakaian Bekas Impor Ilegal Senilai Rp112 Miliar di Bandung

Pejabat Kementerian Industri dan Keamanan AS, Jeffrey Kessler, menyampaikan bahwa aturan baru ini mencakup berbagai produk impor, termasuk komponen sistem suku cadang mobil, baja listrik untuk kendaraan listrik, serta peralatan industri seperti kompresor dan pompa. Aturan tersebut berlaku efektif segera.

"Langkah ini memperluas cakupan tarif baja dan aluminium serta menutup celah penghindaran. Kami ingin mendukung revitalisasi industri baja dan aluminium Amerika,” ujar Jeffrey sebagaimana dikutip dari Al Jazeera, Rabu, 20 Agustus 2025.

Kendati demikian, kebijakan ini menuai reaksi keras dari produsen otomotif asing. 

Mereka berpendapat kapasitas produksi dalam negeri AS belum cukup untuk memenuhi permintaan pasar, sehingga tarif baru justru berisiko mengganggu rantai pasok.

Baca Juga: Ketua MPR Bantah Isu Periode Jabatan Presiden Jadi 8 Tahun

Di sisi lain, sejumlah perusahaan baja lokal seperti Cleveland-Cliffs justru mendorong kebijakan ini. 

Halaman:

Editor: Ibrahim Shiddiq

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X