Di KTT APEC, Prabowo Serukan Perdagangan Bebas yang Adil dan Setara

Ibrahim Shiddiq, Redaksi88
- Sabtu, 1 November 2025 | 14:01 WIB
Momen Presiden RI, Prabowo Subianto saat hadir di Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) APEC di Gyeongju, Korea Selatan, Jumat (31/10). (Tim Media Presiden Prabowo Subianto)
Momen Presiden RI, Prabowo Subianto saat hadir di Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) APEC di Gyeongju, Korea Selatan, Jumat (31/10). (Tim Media Presiden Prabowo Subianto)

Redaksi88.com, Gyeongju — Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan bahwa forum Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC) dibangun atas dasar prinsip pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan kerja sama antarnegara. 

Oleh karena itu, misi utama APEC dalam memfasilitasi perdagangan bebas harus berpijak pada nilai keadilan dan kesetaraan.

“Peran dan misi utama APEC adalah memfasilitasi perdagangan bebas, investasi, serta kerja sama multilateral berdasarkan rasa kebersamaan di seluruh kawasan kita,” ujar Prabowo dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) APEC di Gyeongju, Korea Selatan, Jumat (31/10) waktu setempat.

Baca Juga: Pemerintah Bahas Diskon Tarif Tol untuk Nataru dan Idul Fitri 2026, Menteri PU: Sedang Kami Diskusikan dengan BUJT

“Keyakinan ini harus tetap kita jaga. Kita tidak boleh membiarkan perpecahan merusak stabilitas yang selama ini menopang pertumbuhan kita,” tegasnya.

Prabowo mengatakan bahwa saat ini merupakan momentum yang tepat bagi negara-negara anggota APEC untuk memperbarui komitmen terhadap kerja sama ekonomi multilateral yang terbuka, adil, dan inklusif.

“Indonesia berkomitmen terhadap sistem perdagangan multilateral yang berbasis aturan, dengan WTO (Organisasi Perdagangan Dunia) sebagai intinya, demi memastikan setiap pihak dapat bersaing secara setara,” ucapnya.

Baca Juga: Mantan Kepala Komunikasi Kepresidenan Ungkap Alasan Kenapa Soeharto Layak Dapat Gelar Pahlawan Nasional

Lebih lanjut, kata Prabowo, pertumbuhan ekonomi yang tidak inklusif justru berpotensi menimbulkan perpecahan. 

Ketidaksetaraan tersebut dapat mengganggu stabilitas dan menciptakan kondisi yang tidak mendukung bagi perdamaian serta kemakmuran bersama.

“Karena itu, inklusivitas harus menjadi pedoman kita. Keberlanjutan juga harus senantiasa menjadi kompas utama bagi masa depan dunia yang aman. APEC harus memastikan bahwa manfaat perdagangan dan investasi dapat dirasakan oleh semua pihak, agar tidak ada satu pun ekonomi yang tertinggal,” katanya.

Baca Juga: Cerita Hasan Nasbi Pernah Nikmati Program Serupa MBG di Era Soeharto

Dalam forum itu, Prabowo juga menyoroti langkah konkret yang tengah dijalankan pemerintah Indonesia untuk mewujudkan ekonomi yang inklusif. 

Salah satunya melalui penguatan sektor UMKM dan pendirian Koperasi Desa Merah Putih di berbagai daerah.

Halaman:

Editor: Ibrahim Shiddiq

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X