Cerita Hasan Nasbi Pernah Nikmati Program Serupa MBG di Era Soeharto

Syamsu Rizal, Redaksi88
- Sabtu, 1 November 2025 | 12:31 WIB
Hasan Nasbi singgung program makan anak sekolah di era orde baru yang serupa dengan MBG.  (YouTube/Hasan Nasbi)
Hasan Nasbi singgung program makan anak sekolah di era orde baru yang serupa dengan MBG. (YouTube/Hasan Nasbi)

REDAKSI88.com - Mantan Kepala Komunikasi Kepresidenan, Hasan Nasbi, kembali mengangkat pembahasan mengenai program makan anak sekolah yang pernah dilaksanakan pada masa pemerintahan Presiden Soeharto.

Hasan menilai bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang kini digagas oleh pemerintah memiliki kemiripan signifikan dengan program Pemberian Makanan Tambahan Anak Sekolah (PMTAS) yang pernah diterapkan di era Orde Baru.

“Sekarang terdapat program yang dinamakan makan bergizi gratis, tetapi pada awal tahun 90-an, Pemerintah Orde Baru sudah memiliki program bernama PMTAS,” ungkap Hasan Nasbi melalui tayangan di kanal YouTube pribadinya, Jumat, 31 Oktober 2025.

Baca Juga: Anthony Budiawan Sebut IKN Langgar Konstitusi Sejak Awal, Soroti Dibentuknya Badan Otorita

Pengalaman Masa SD: Bubur Kacang Hijau dan Telur Rebus

Hasan berbagi pengalaman pribadinya saat masih duduk di bangku sekolah dasar, di mana ia termasuk salah satu penerima manfaat program PMTAS.

Pria bernama lengkap Hasan Nasbi Batupahat itu menyebutkan bahwa jenis makanan yang diberikan pemerintah saat itu cukup sederhana, namun kaya gizi.

“Waktu SD saya mendapatkan manfaat program itu, kadang-kadang kami diberi bubur kacang hijau dan telur rebus,” lanjut Hasan.

Hasan menjelaskan bahwa pada pertengahan tahun 1990-an, program tersebut telah menjangkau jutaan anak sekolah di berbagai wilayah di Indonesia. “Hingga tahun 1995–1996, program ini sudah menjangkau 6 juta anak,” tuturnya.

Baca Juga: Mendagri Tito Sebut BPD Salah Input Jadi Biang Kerok Penyebab Data Dana Pemda Kemendagri dan BI Beda

Terhenti Akibat Krisis dan Transisi Kekuasaan

Menurut Hasan, program PMTAS mulai terhenti setelah Indonesia dilanda krisis ekonomi pada tahun 1997–1998, yang kemudian diikuti oleh pergantian pemerintahan dari era Orde Baru ke masa reformasi.

“Artinya, program ini berjalan secara bertahap, kemudian mulai terhenti karena kita mengalami krisis ekonomi dan adanya peralihan kekuasaan ke era reformasi,” ujarnya.

Hasan berpendapat, seandainya tidak terjadi pergantian kekuasaan secara drastis, program pemberian makanan bergizi bagi anak sekolah tersebut kemungkinan akan terus berlanjut hingga saat ini. “Jika tidak ada penggulingan kekuasaan, mungkin program ini sudah berjalan terus,” pungkas Hasan.

Baca Juga: Pemerintah Kaji Skema Baru Pembayaran Utang Proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung

Gagasan Lama dengan Pola Implementasi Baru

Program PMTAS di masa Orde Baru dikenal sebagai salah satu upaya pemerintah pada waktu itu untuk mengatasi masalah gizi sekaligus meningkatkan angka partisipasi sekolah di tingkat dasar.

Halaman:

Editor: Syamsu Rizal

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X