REDAKSI88.com — Pemerintah tengah menyiapkan skema terbaik untuk memperoleh kelonggaran waktu pembayaran sisa utang proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung (KCJB) atau Whoosh.
Pembahasan mengenai hal ini menjadi salah satu topik utama dalam rapat terbatas (ratas) bersama Presiden Prabowo Subianto beberapa hari lalu.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan, Presiden meminta jajarannya untuk menghitung ulang kewajiban keuangan proyek strategis nasional tersebut, termasuk mempertimbangkan opsi perpanjangan masa pembayaran utang.
“Pemerintah sedang mencari skema yang terbaik, termasuk perhitungannya. Salah satu opsinya adalah kemungkinan untuk meminta kelonggaran dari sisi waktu pembayaran,” ujar Prasetyo kepada wartawan di Jakarta, Kamis (30/10/2025).
Baca Juga: Menkeu Purbaya Tanggapi Protes Kepala Daerah: Data Kemenkeu Sudah Dicek Berulang Kali
Presiden Tugaskan Tiga Menteri Hitung Ulang Utang Whoosh
Dalam rapat itu, Presiden Prabowo menugaskan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, dan Kepala Badan Pengelola Investasi Danantara Rosan Roeslani untuk melakukan penghitungan ulang sisa utang proyek KCJB.
Menurut Prasetyo, ketiganya juga diminta menyiapkan alternatif pembiayaan jangka panjang yang tidak membebani keuangan negara, sekaligus memastikan keberlanjutan proyek.
“Mereka sedang menghitung kembali secara detail dan menyiapkan opsi perpanjangan masa pinjaman. Itu bagian dari skema terbaik yang sedang dirancang,” jelasnya.
Prasetyo menegaskan, pemerintah berkomitmen memperkuat tata kelola transportasi publik nasional secara menyeluruh.
“Kewajiban pemerintah adalah menyediakan transportasi publik yang baik, mulai dari kereta api reguler, bus, kapal, hingga moda transportasi lainnya,” tuturnya.
Utang Capai Rp116 Triliun, Danantara Susun Langkah Efisiensi
Sebelumnya, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan bahwa pemerintah akan menggelar rapat khusus membahas utang proyek KCJB yang kini mencapai sekitar Rp116 triliun.
Sementara itu, Danantara—superholding BUMN yang menaungi proyek Whoosh—tengah mencari cara meringankan beban pembiayaan, termasuk kemungkinan penjadwalan ulang pinjaman.
Namun, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tidak akan digunakan untuk menutup utang proyek tersebut.
“KCIC berada di bawah Danantara. Mereka punya manajemen dan dividen sendiri. Jadi seharusnya mereka bisa mengelola utangnya dari situ, bukan menggunakan dana pemerintah,” kata Purbaya saat media briefing di Sentul, Bogor, Jumat (10/10/2025).
Artikel Terkait
Pengamat Soroti Proyek Kereta Cepat Whoosh Tak Hanya soal Utang Negara, tapi Beban Periode Pemimpin Negara
Ribuan Guru Madrasah Gelar Aksi Demonstrasi di Monas, Tuntut Pemerintah Beri Kuota ASN dan PPPK
Mahfud MD Sebut Jokowi Bisa Dipanggil KPK Terkait Polemik Proyek Whoosh
Istana Ungkap Peran Tim Koordinasi MBG yang Dibentuk Prabowo, Mensesneg Jelaskan Tujuan Pembentukannya
Wakil Bupati Pidie Jaya Pukul Petugas Gizi Saat Kunjungan Kerja Program MBG Berujung Minta Maaf
Menkeu Purbaya Tanggapi Protes Kepala Daerah: Data Kemenkeu Sudah Dicek Berulang Kali