Setelah Nepal–Prancis, Aksi Gen Z Kini Mengguncang Peru: Jurnalis dan Demonstran Jadi Korban

Ibrahim Shiddiq, Redaksi88
- Selasa, 23 September 2025 | 13:33 WIB
Menyoroti pola aksi demonstrasi di Nepal hingga Peru yang diinisiasi oleh para generasi Z atau Gen Z.  (Unsplash.com/@Ehimetalor)
Menyoroti pola aksi demonstrasi di Nepal hingga Peru yang diinisiasi oleh para generasi Z atau Gen Z. (Unsplash.com/@Ehimetalor)

Redaksi88.com – Gelombang protes generasi muda atau Gen Z terus menggema di berbagai belahan dunia, setelah Nepal dan Prancis, kini aksi serupa mengguncang Peru.

Linimasa media sosial (medsos) per tanggal 22 September 2025, dipenuhi dengan kabar turunnya ribuan Gen Z ke jalan, bersuara lantang melawan korupsi dan kebijakan yang dianggap menindas di negaranya. 

Berdasarkan laporan AFP, senjata utama para demonstran bukan hanya spanduk dan megafon, melainkan justru media sosial yang mampu menggerakkan ribuan orang dalam hitungan jam.

Baca Juga: Dampak Emisi PLTU dan Tagihan Sunyi Kesehatan Publik: Ribuan Kematian Dini Hingga Kerugian Triliunan Rupiah

“Cara unik yang dilakukan Gen Z memanfaatkan media sosial itu salah satunya sebagai alat mobilisasi,” demikian laporan AFP yang dikutip Senin, 22 September 2025.

Terdapat pola aksi demonstrasi yang dinilai terus berulang dari berbagai aksi tersebut. Berikut ulasan selengkapnya. 

Peru: Dari Timeline ke Jalanan

Di ibu kota Peru, Lima, aksi protes pecah pada Minggu, 21 September 2025. 

Diketahui, ratusan warga, mayoritas generasi muda, turun ke jalan menolak praktik korupsi, kejahatan geng, serta aturan baru soal dana pensiun.

Awalnya mereka terkumpul lewat seruan digital. Namun, aksi berubah ricuh setelah polisi menembakkan gas air mata. 

Baca Juga: Mendalami Kronologi Tragedi KDRT di Cakung: Korban SN Meninggal Dunia Usai Alami Luka Bakar Parah

Sedikitnya 18 orang terluka, sementara jumlah penangkapan masih belum diumumkan.

Seorang pelajar 18 tahun, Jonatan Esquen, menyebut aksi ini sebagai kebangkitan anak muda.

“Karena orang-orang akhirnya menyadari kamu muda aktif di media sosial dan arena politik,” ujar Esquen kepada AFP.

Suara Kekecewaan di Peru

Di sisi lain, banyak peserta aksi mengaku muak dengan sistem politik negaranya, Peru. 

Halaman:

Editor: Ibrahim Shiddiq

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X