Xiomi Aguilar, salah seorang warga Peru, bahkan menyebut partai politik sebagai mafia.
“Saya sangat marah, saya merasa benar-benar disesatkan oleh pemerintah ini. Dan Kongres ini yang melayani partai-partai politik,” ujar Xiomi dalam laporan yang sama.
Baca Juga: Anggaran PUPR 2020 Bengkulu Utara Disorot, Eks Kadis Diduga Bermain di Balik Perjalanan Dinas
Sehari sebelumnya, demonstrasi juga digelar di sekitar kantor presiden dan parlemen, meski sempat berhasil dipukul mundur aparat.
Jurnalis Jadi Saksi Sekaligus Korban
Kericuhan di Peru juga menyeret jurnalis sebagai korban. Fotografer media lokal Hildebrandt En Sus Trece, Cesar Zamalloa, menceritakan dirinya terkena tembakan aparat.
“Saat itulah saya merasakan benturan di kaki dan pinggul saya,” ungkap Cesar.
Asosiasi Jurnalis Nasional Peru (ANP) melaporkan, sedikitnya enam jurnalis terluka saat meliput aksi di Lima.
Filipina: Gelombang Besar di Manila
Aksi serupa juga meletus di Filipina. Ribuan Gen Z memadati Taman Rizal di Manila dan Kuil EDSA di Kota Quezon pada Minggu, 21 September 2025.
Mereka mengecam skandal korupsi proyek pengendalian banjir. Jumlah demonstran melonjak dari 4.000 menjadi 15.000 orang hanya dalam satu jam, berkat seruan yang cepat menyebar lewat platform digital.
“Ketika massa mencoba menuju Istana Malacanang, polisi menghadang dengan gas air mata dan menangkap puluhan remaja,” demikian laporan The Manila Times pada Minggu, 21 September 2025.
Orasi dan Tuntutan Tegas
Aksi demonstrasi di Filipina yang bertajuk “Baha sa Luneta: Aksyon laban sa Korapsyon” dipenuhi teriakan lantang.
“Korupsi membuat rakyat turun ke jalan, menyalurkan kemarahan mereka, agar pemerintah benar-benar menjalankan tugasnya,” tegas salah seorang demonstran di Filipina, Teddy Casino dalam laporan yang sama.
Tokoh muda di Filipina, Sarah Elago juga ikut bersuara. Ia menyoroti praktik korupsi dan dinasti politik yang masih bercokol di negaranya.
Artikel Terkait
Tradisi Diplomasi Indonesia di Sidang Umum PBB, Kini Giliran Prabowo Subianto Setelah 10 Tahun RI Absen
Anggaran PUPR 2020 Bengkulu Utara Disorot, Eks Kadis Diduga Bermain di Balik Perjalanan Dinas
Alasan di Balik Prabowo Panggil Mendadak Mentan Amran Sebelum Terbang ke AS soal Impor Tepung Tapioka
Mendalami Kronologi Tragedi KDRT di Cakung: Korban SN Meninggal Dunia Usai Alami Luka Bakar Parah
Dampak Emisi PLTU dan Tagihan Sunyi Kesehatan Publik: Ribuan Kematian Dini Hingga Kerugian Triliunan Rupiah