Pentingnya Mengendalikan Tekanan Darah Dalam Pencegahan Stroke

Ibrahim Shiddiq, Redaksi88
- Sabtu, 16 November 2024 | 15:30 WIB
Foto Ilustrasi  (Freepik/Ijeab)
Foto Ilustrasi (Freepik/Ijeab)

Redaksi88.com - Mengendalikan tekanan darah memiliki dampak besar dalam mencegah tingkat kecacatan pasca stroke dan bahkan dapat menyelamatkan nyawa. 

Hipertensi, atau tekanan darah tinggi, merupakan salah satu faktor risiko utama stroke. Kondisi ini menimbulkan tekanan berlebih pada arteri, yang dapat merusak pembuluh darah dan memicu terjadinya stroke. 

Oleh karena itu, mengendalikan tekanan darah merupakan salah satu tindakan penting untuk mencegah stroke. Memahami bagaimana hubungan hipertensi dengan stroke, ditambah dengan identifikasi tanda-tanda peringatan dini, dapat mengurangi risiko secara signifikan.

Baca Juga: AI sebagai Sahabat Belajar: Menyongsong Era Mahasiswa 5.0

Seperti dilansir dari The Health Site, berikut ini dijelaskan pentingnya mengendalikan tekanan darah tinggi dalam pencegahan stroke, simak selengkapnya!

Bagaimana Tekanan Darah Tinggi Dapat Menyebabkan Stroke?

Bila tekanan darah tinggi berlangsung lama, akan mengikis dan merusak arteri.

Tekanan tinggi yang berkelanjutan juga dapat menyebabkan dua jenis stroke, yaitu:

Stroke Iskemik: Hipertensi mempersempit arteri melalui aterosklerosis, sehingga mudah terjadi pembekuan darah.

Stroke Hemoragik: Tekanan darah tinggi membuat dinding pembuluh darah menjadi lemah; pembuluh darah ini kemudian pecah dan berdarah ke dalam otak manusia. Jenis stroke ini berbahaya dan disertai dengan kerusakan parah pada otak manusia.

Baca Juga: PM Kanada Justin Trudeau Puji Prabowo di Sela APEC, Kepemimpinan Anda Luar Biasa

Tanda-tanda Awal dan Faktor Risiko

Dikenal sebagai "silent killer", tekanan darah tinggi sering datang tanpa gejala, membuatnya sulit terdeteksi selama bertahun-tahun. Ironisnya, banyak orang baru menyadari ancamannya setelah stroke menyerang. Inilah alasan utama mengapa rutin menjaga tekanan darah menjadi langkah krusial.

Orang-orang dengan faktor risiko seperti:

  1. Usia: Faktor risiko meningkat seiring bertambahnya usia. 
  2. Kerentanan genetik: Riwayat keluarga ditetapkan dengan kecenderungan terhadap hipertensi dan stroke.
  3. Gaya hidup: Gaya hidup yang tidak banyak bergerak, kualitas pola makan rendah (banyak garam, lemak, dan makanan olahan), merokok, dan konsumsi alkohol berlebihan merupakan faktor pemicu hipertensi.

Risiko lainnya termasuk obesitas, stres, dan kondisi medis lainnya seperti diabetes atau kolesterol tinggi. Kesadaran akan faktor risiko ini dan perubahan kebiasaan gaya hidup akan membantu mencegah timbulnya tekanan darah tinggi dan akibatnya terhindar dari stroke.

Baca Juga: Viral! Dua Bocah Dirantai di Leher oleh Ayahnya di Majalengka

Halaman:

Editor: Ibrahim Shiddiq

Sumber: thehealthsite

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X