REDAKSI88.com – Banyak individu dari kalangan kelas menengah terlihat hidup nyaman, dengan rumah pribadi, kendaraan, dan gaya hidup yang memungkinkan berlibur ke luar negeri.
Namun, di balik penampilan tersebut, tidak sedikit yang sebenarnya tengah menghadapi tekanan finansial akibat keputusan keuangan yang kurang bijak.
Gaya hidup konsumtif, cicilan berlapis, serta tekanan sosial untuk tampil sukses menjadi penyebab utama sulitnya membangun stabilitas dan pertumbuhan kekayaan. Ironisnya, masalah ini kerap tidak disadari hingga berujung pada krisis finansial.
Baca Juga: 5 Bahan Alami untuk Mengempukkan Daging, Mudah Didapat di Dapur
Pakar keuangan dan pendiri Balanced News Summary, Christopher William, mengungkapkan bahwa persoalan paling serius yang menjerat kelas menengah adalah pengeluaran yang lebih besar dibanding pemasukan.
“Masalah paling merusak adalah ketika seseorang menghabiskan lebih banyak daripada yang mereka hasilkan,” ujar William, dikutip dari Yahoo Financial, Kamis, 7 Agustus 2025.
Lalu, apa saja kesalahan umum yang kerap dilakukan kelompok ini? Berikut tujuh poin penting yang disoroti para pakar:
- Terjebak dalam Utang Konsumtif dan Cicilan
Kelas menengah dinilai rentan menggunakan pinjaman konsumtif, mulai dari pinjaman daring, cicilan barang elektronik, hingga penggunaan kartu kredit secara tidak bijak.
Jonathan Merry dari Moneyzine menyebut ini sebagai jebakan paling umum.
Baca Juga: Cara Praktis Mengecek Pencairan BSU Juni 2025: Syarat, Jadwal, dan Langkah-Langkahnya
"Banyak yang ambil utang tanpa pikir panjang soal risikonya," jelasnya.
Carter Seuthe dari Credit Summit menambahkan,"Begitu bunga berjalan, sulit untuk keluar dari lingkaran itu," kata Carter.
- Membayar Langganan dan Membership yang Tidak Terpakai
Tanpa disadari, biaya langganan layanan seperti streaming, gym, atau aplikasi digital bisa membengkak jika tak digunakan secara maksimal.
"Kelihatannya murah, tapi kalau dijumlahkan, jadi beban bulanan yang besar," ujar Merry.