1. Pengosongan Kandung Kemih Lebih Optimal
Buang air kecil dalam posisi jongkok membuat otot-otot panggul, terutama otot dasar panggul, berada dalam kondisi rileks sehingga urine dapat dikeluarkan lebih efektif.
2. Mengurangi Risiko Infeksi Saluran Kemih (ISK)
Ketika kandung kemih tidak dikosongkan sepenuhnya, sisa urine menjadi tempat berkembangnya bakteri yang bisa menyebabkan infeksi. Posisi jongkok meminimalkan risiko ini dengan memastikan pengosongan kandung kemih yang lebih maksimal.
3. Meningkatkan Fungsi Pencernaan
Meskipun lebih relevan untuk buang air besar, posisi jongkok diyakini dapat meningkatkan tekanan intra-abdominal yang mendukung pergerakan usus. Ini menunjukkan bahwa posisi jongkok secara keseluruhan lebih alami bagi tubuh manusia.
4. Selaras dengan Anatomi Alami Manusia
Secara evolusi, manusia lebih terbiasa dengan posisi jongkok untuk berbagai aktivitas fisiologis, termasuk buang air kecil dan buang air besar.
Beberapa penelitian mengaitkan penggunaan toilet duduk dengan meningkatnya masalah kesehatan pada panggul dan pencernaan.
Itulah alasan ilmiah mengapa buang air kecil dalam posisi jongkok lebih disarankan.
Meskipun membutuhkan waktu untuk mengadopsi kebiasaan baru ini, manfaat jangka panjangnya sangat signifikan bagi kesehatan.***