Redaksi88.com - Pada era digital seperti sekarang, media sosial (Medsos) memegang peranan penting dalam membentuk berbagai aspek kehidupan manusia.
Namun, dibalik kemudahan dan keuntungan yang ditawarkan, terdapat sisi gelap yang seringkali terabaikan, yaitu pengaruhnya terhadap kesehatan mental.
Salah satu fenomena yang semakin disoroti adalah hubungan antara media sosial dan tindakan self-harm.
Baca Juga: Simak! Ini Pasal-Pasal Pidana yang Rentan Dilanggar Saat Kampanye
Self-harm adalah tindakan menyakiti diri sendiri secara sengaja, seperti mengiris, membakar, mencabut rambut, atau memukul diri sendiri.
Walaupun mengejutkan, tindakan ini sering kali menjadi cara seseorang untuk mengatasi emosi yang kuat, seperti rasa sakit, marah, atau kesepian.
Self-Harm dan Pengaruh Media Sosial
Media sosial memberikan kebebasan kepada siapa pun untuk mengunggah berbagai jenis konten, termasuk gambar-gambar yang memperlihatkan self-harm.
Baca Juga: Dugaan Mafia Tanah, Aksi Oknum KBPP Polri Segera Dilaporkan KGS Aliansi Indonesia
Sayangnya, konten seperti ini dapat memicu reaksi negatif, terutama bagi mereka yang mengalami masalah kesehatan mental.
Penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Child Psychology and Psychiatry menunjukkan bahwa melihat gambar self-harm memiliki dampak negatif, seperti meningkatnya dorongan untuk melakukan self-harm, munculnya keinginan melukai diri sendiri, dan terbentuknya komunitas online yang mendukung perilaku tersebut.
Namun, beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa bagi sebagian remaja, terpapar konten tersebut dapat menurunkan keinginan untuk self-harm dan meningkatkan dukungan sosial.
Baca Juga: Mengatasi Maraknya Jaringan RT RW Net Ilegal, Ini Langkah Tegas Kominfo
Dampak Positif dan Negatif Media Sosial