Menurut Dr. Vingerhoets, menangis mencerminkan kerentanan seseorang dan dapat mempererat ikatan dengan orang yang dipercayai. Tangisan dalam momen rentan ini mendorong empati dan memperkuat ikatan emosional antara satu individu dan individu lainnya.
Menangis Membantu Mempengaruhi Respon Sosial
Menangis terkadang tidak hanya berfungsi sebagai pelepasan emosi, tetapi juga memicu reaksi positif dalam situasi tertentu. Tangisan dapat menjadi “pemecah ketegangan” dalam konflik, membuat orang lain lebih mungkin merespons dengan belas kasih atau empati. Dr. Bylsma mengungkapkan bahwa menangis dapat mengurangi agresi dan mendorong dukungan sosial dari orang-orang di sekitar.***