Mengapa Kita Menangis? Fakta Ilmiah di Balik Air Mata dan Pengaruhnya bagi Tubuh dan Pikiran

Ibrahim Shiddiq, Redaksi88
- Rabu, 6 November 2024 | 14:35 WIB
Mengapa Kita Menangis? Fakta Ilmiah di Balik Air Mata dan Pengaruhnya bagi Tubuh dan Pikiran (Foto Ilustrasi/Pexels/SHVETS production)
Mengapa Kita Menangis? Fakta Ilmiah di Balik Air Mata dan Pengaruhnya bagi Tubuh dan Pikiran (Foto Ilustrasi/Pexels/SHVETS production)

Redaksi88.com - Menangis merupakan respon atau suatu reaksi alami tubuh manusia terhadap berbagai kondisi emosi, baik ketika bahagia, sedih, marah, frustasi, maupun terharu.

Tindakan sederhana ini ternyata tidak hanya menjadi simbol perasaan mendalam, tetapi juga memberikan dampak yang signifikan bagi kesehatan fisik dan mental.

Dilansir dari TheHealthy.com berikut ini adalah beberapa fakta ilmiah tentang menangis dan pengaruhnya bagi tubuh dan pikiran, simak selengkapnya di bawah ini!

Baca Juga: Setia Untung Ingatkan Wisudawan Hukum Undip, Perilaku Baik Sebagai Fondasi Hukum dan Tanggung Jawab Moral

Menangis Dapat Menghilangkan Stres dan Mengembalikan Keseimbangan Tubuh

Manusia merupakan satu-satunya makhluk yang menangis karena emosi, namun para ilmuwan masih belum sepenuhnya memahami keterkaitan antara menangis dan perasaan yang dialami. 

Menurut Lauren Bylsma, PhD, asisten profesor psikiatri di University of Pittsburgh, menangis dapat membantu tubuh menghilangkan ketegangan fisik. Proses ini terjadi ketika aktivitas simpatik mulai menurun, sementara aktivitas parasimpatis meningkat, sehingga tubuh kembali ke kondisi tenang. 

Dengan kata lain, menangis membantu mengembalikan keseimbangan tubuh dan meredakan stres.

Menangis Mempengaruhi Suasana Hati, Tapi Tak Selalu Positif

Baca Juga: Raih Gelar Doktor Hukum Cumlaude, Setia Untung Dorong Penguatan Zona Integritas

Sebagian besar orang merasa lebih baik setelah menangis, namun hal ini tidak selalu terjadi secara instan. Jonathan Rottenberg, PhD, profesor psikologi di University of South Florida, mengungkapkan bahwa survei menunjukkan dua pertiga orang melaporkan peningkatan suasana hati setelah menangis. 

Namun, dalam kondisi laboratorium, efek positif ini tidak selalu langsung terasa. Menurut penelitian Dr. Ad Vingerhoets, suasana hati bahkan cenderung memburuk tepat setelah menangis, sebelum akhirnya membaik beberapa waktu kemudian.

Dukungan Sosial Mempengaruhi Dampak Menangis

Reaksi orang di sekitar sangat mempengaruhi bagaimana seseorang merasa setelah menangis. Apabila orang-orang di sekitar memberikan dukungan, ini akan membantu mengurangi beban emosional dan memberikan ketenangan. 

Baca Juga: Jalan Baru untuk Masa Depan, Disnakertrans Bengkulu Utara Bangun Akses Desa Air Sekamanak demi Generasi Cerdas

Sebaliknya, reaksi negatif dapat membuat perasaan semakin buruk. “Suasana hati yang membaik setelah menangis seringkali merupakan hasil dari menerima dukungan emosional,” ujar Dr. Vingerhoets, penulis Why Only Humans Weep.

Menangis sebagai Cara Berkomunikasi dan Membangun Ikatan Emosional

Sejak bayi, tangisan menjadi cara efektif untuk menarik perhatian pengasuh. Ketika beranjak dewasa, menangis tetap menjadi sinyal emosional yang menunjukkan kebutuhan akan dukungan dan perhatian. 

Halaman:

Editor: Ibrahim Shiddiq

Sumber: thehealthy.com

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X