Argamakmur Ku Sayang

Syamsu Rizal, Redaksi88
- Kamis, 23 Mei 2024 | 16:21 WIB
Jalan Simpang Dwiguna Kota Argamakmur.
Jalan Simpang Dwiguna Kota Argamakmur.

By Rizal Piliank

Kota Arga Makmur merupakan Ibukota Kabupaten Bengkulu Utara Provinsi Bengkulu. Kabupaten tua, dilakukan pemekaran menjadikan dua kabupaten baru yakni, Kabupaten Mukomuko pada awal tahun 2003 dan Kabupaten Bengkulu Tengah April 2006.

Argamakmur merupakan ibukota kabupaten yang berslogan "Bersatu, Bekerja, Berdoa, Berhasil".

Seperti beberapa daerah lainnya, selain masyarakat yang majemuk, Kota Arga Makmur juga memiliki wisata religi. Apalagi beragam agama bersatu padu, berdampingan, saling menghormati dan menghargai keyakinan satu sama lain. Memang Kota Argamakmur merupakan salah satu kabupaten yang Pancasilais.

Tapi ingat sanak! bila mau berkunjung ke Kota Argamakmur, sebaiknya berhati-hati. Bila berkendaraan kurangi kecepatan. "Agak di rem-rem dikit, kalau idak, pasti sanak merasokan naik delman alias pedati", kecek orang melayu Bengkulu.

Nah..... Pertanyaannya, dengan kurang nyamannya sarana jalan. Apakah pemegang kebijakan, pemerintah daerah ini pura-pura tidak tahu ataukah tak tahu menahu, apa mungkin dia sibuk? Dengan kondisi yang dirasakan rakyatnya.

Atau mungkin, rencana maupun wacana yang sudah ada soal sarana jalan yang mirip naik pedati hanya sebatas "Lip Service", dan sebatas angin surga semata.

Masih terngiang kutipan bijak seorang pemimpin fenomenal, “Ketika orang memiliki kebulatan tekad, maka ia akan dapat mengatasi segala sesuatu", Nelson Mandela. Mungkin begitu pula yang diinginkan rakyat Bengkulu Utara kepada pemimpinya.

Harapan sebatas harapan, yang di-ingin hanya sebatas angan-angan. Mimpi hanya sebatas bayang-bayang. Mungkin dan semoga apa yang dicita-citakan akan menjadi wujud nyata bagi pemimpin yang peka, untuk rakyatnya.

Situasi dan kondisi kabupaten apapun itu, merupakan amanah. Sebagai konsekuensinya rakyat Bengkulu Utara tentunya tidak akan memilih kepemimpinan yang cuek dan tidak amanah. Tentunya, "Kalau tak terada-ada, tak kan burung tempua bersarang rendah".

Penulis tinggal di Argamakmur Bengkulu Utara.

Editor: Syamsu Rizal

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Terkini

Arah Baru Fundruiser Indonesia

Jumat, 30 Januari 2026 | 06:30 WIB

Ketika Tumbler Menjadi Status Symbol Lingkungan

Sabtu, 13 Desember 2025 | 15:04 WIB

Ketika Ambisi Politik Mengalahkan Rasionalitas Ekonomi

Minggu, 19 Oktober 2025 | 13:57 WIB

Cium Tangan Budaya Feodal

Selasa, 24 Desember 2024 | 14:14 WIB

Wartawan Gaek

Senin, 23 Desember 2024 | 11:58 WIB

Primordialisme

Minggu, 22 Desember 2024 | 12:29 WIB

Batu Bulek Idak Besending

Minggu, 22 Desember 2024 | 12:11 WIB

Dampak Polusi Udara Terhadap Kesehatan

Rabu, 11 Desember 2024 | 23:59 WIB
X