opini

Ini Makna di Balik Prosesi Numbak Kebau dalam Tradisi Pernikahan Adat di Bengkulu Selatan

Senin, 13 April 2026 | 17:42 WIB
Tradisi numbak kebau dalam adat pernikahan di Bengkulu Selatan. (Dikbud Kabupaten Bengkulu Selatan)

Jika menggunakan rasan semendau belapiak emas atau nidau tambiak anak, maka tarian diawali oleh pengantin laki-laki bersama kaum bapak.

Baca Juga: Antisipasi Gangguan Kamtibmas, Polsek Ratu Agung Sita Miras dalam Razia di Cafe Arwana

Sebaliknya, jika menggunakan rasan semendau nidau belapiak emas atau tambiak anak, maka pengantin perempuan bersama kaum ibu yang lebih dahulu menari.

Tahapan pertama adalah tari kebanyakan lanang. Pada tahap ini, para bujang dan bapak-bapak menari mengelilingi pengantin laki-laki yang berada di tengah arena.

Pengantin laki-laki didampingi oleh imam bimbang, tuau kerjau, atau orang yang ditunjuk untuk menari andun. 

Mereka melakukan tujuh putaran sambil mengelilingi kerbau. Dalam tarian ini, tuau kerjau atau imam bimbang memegang kipas dan uang sebesar sekitar Rp 50.000,- sebagai simbol harapan agar pengantin laki-laki dan keluarganya kelak memperoleh rezeki yang berlimpah.

Baca Juga: Kapolsek Ratu Agung Pimpin Upacara di SMPN 12 Kota Bengkulu, Tekankan Kedisiplinan Siswa

Pada putaran ketujuh, dilakukan prosesi penombakan kerbau. Dahulu, penombakan dilakukan menggunakan tombak baja, namun kini digantikan dengan tujuh batang lidi kelapa hijau.

Tindakan ini menjadi tanda bahwa kerbau tersebut sah untuk disembelih dan diolah bersama ayam jago menggunakan santan kelapa sebagai hidangan utama dalam jamuan adat.

Tahapan berikutnya adalah tari kebanyakan tinau. Pada bagian ini, giliran rombongan gadis dan ibu-ibu menari mengelilingi pengantin perempuan dan kerbau.

Pengantin perempuan menari didampingi oleh tukang kundai yang juga membawa payung, kipas, dan uang sebesar Rp 50.000,-. 

Baca Juga: Insiden Maut di Garut: Pedagang Nasi Goreng Tewas Usai Ditabrak Mobil

Payung melambangkan harapan agar rumah tangga kedua mempelai senantiasa berada dalam perlindungan Tuhan Yang Maha Kuasa.

Sementara itu, kipas menjadi simbol kesejukan dan kedamaian dalam kehidupan rumah tangga, khususnya dalam menghadapi berbagai permasalahan.

Setelah tari kebanyakan tinau selesai, kerbau yang telah diarak dan ditombak kemudian dibawa ke belakang rumah untuk disembelih dan dimasak.

Halaman:

Tags

Terkini

Arah Baru Fundruiser Indonesia

Jumat, 30 Januari 2026 | 06:30 WIB

Ketika Tumbler Menjadi Status Symbol Lingkungan

Sabtu, 13 Desember 2025 | 15:04 WIB

Ketika Ambisi Politik Mengalahkan Rasionalitas Ekonomi

Minggu, 19 Oktober 2025 | 13:57 WIB

Cium Tangan Budaya Feodal

Selasa, 24 Desember 2024 | 14:14 WIB

Wartawan Gaek

Senin, 23 Desember 2024 | 11:58 WIB

Primordialisme

Minggu, 22 Desember 2024 | 12:29 WIB

Batu Bulek Idak Besending

Minggu, 22 Desember 2024 | 12:11 WIB

Dampak Polusi Udara Terhadap Kesehatan

Rabu, 11 Desember 2024 | 23:59 WIB