Ini Makna di Balik Prosesi Numbak Kebau dalam Tradisi Pernikahan Adat di Bengkulu Selatan

Ibrahim Shiddiq, Redaksi88
- Senin, 13 April 2026 | 17:42 WIB
Tradisi numbak kebau dalam adat pernikahan di Bengkulu Selatan. (Dikbud Kabupaten Bengkulu Selatan)
Tradisi numbak kebau dalam adat pernikahan di Bengkulu Selatan. (Dikbud Kabupaten Bengkulu Selatan)

Kaum tua bertugas memasak gulai, sementara generasi muda melanjutkan hiburan dengan menari andun secara berpasangan sambil menunggu gulai kerbau matang.

Baca Juga: Prabowo Buka Pendidikan Asrama Gratis, Anak dari Keluarga Miskin Dapat Makan 3 Kali Sehari hingga Fasilitas Memadai

Tahapan terakhir adalah tari berpasangan atau lelawanan. Setelah seluruh rangkaian tari kebanyakan selesai, kedua pengantin dipersilakan beristirahat di atar-atar.

Pada tahap ini, singal panjang yang dikenakan pengantin perempuan dilepas dan diganti dengan singal melayu serta penutup wajah sersit berwarna merah. 

Sementara itu, pengantin laki-laki berganti pakaian menjadi kemeja biasa untuk berinteraksi dengan para tamu, baik bujang maupun gadis.

Pakaian adat pengantin laki-laki untuk sementara dikenakan oleh pengantin mata guna menutup rangkaian tari lelawanan sekaligus melaksanakan tradisi mbelanjau. 

Baca Juga: Sempat Dilaporkan Hilang, Mbah Imam Ditemukan Selamat di Hutan Argasoka Banjarnegara

Selama masa istirahat, pengantin menyaksikan tari berpasangan yang dilakukan oleh para bujang dan gadis.

Jika tidak terdapat pasangan bujang gadis, maka tarian dapat dilakukan oleh pasangan suami istri, dengan ketentuan tidak memiliki hubungan darah.

Konsep tari berpasangan atau lelawanan ini serupa dengan tari andun dalam acara gegerit malam. 

Para penari menampilkan gerakan secara berpasangan dengan suasana penuh kegembiraan, yang mencakup gerakan naup, mbuka, serta nyentang atau nyengkeling, dengan batasan gerak yang dibatasi oleh lunjuk.***

Halaman:

Editor: Ibrahim Shiddiq

Sumber: Dikbud Kabupaten Bengkulu Selatan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Arah Baru Fundruiser Indonesia

Jumat, 30 Januari 2026 | 06:30 WIB

Ketika Tumbler Menjadi Status Symbol Lingkungan

Sabtu, 13 Desember 2025 | 15:04 WIB

Ketika Ambisi Politik Mengalahkan Rasionalitas Ekonomi

Minggu, 19 Oktober 2025 | 13:57 WIB

Cium Tangan Budaya Feodal

Selasa, 24 Desember 2024 | 14:14 WIB

Wartawan Gaek

Senin, 23 Desember 2024 | 11:58 WIB

Primordialisme

Minggu, 22 Desember 2024 | 12:29 WIB

Batu Bulek Idak Besending

Minggu, 22 Desember 2024 | 12:11 WIB

Dampak Polusi Udara Terhadap Kesehatan

Rabu, 11 Desember 2024 | 23:59 WIB
X