Syair Populer Hamzah Fansuri 'Sidang Fakir Empunya Kata'

Syamsu Rizal, Redaksi88
- Minggu, 29 September 2024 | 19:46 WIB
Syair Populer Hamzah Fansuri 'Sidang Fakir Empunya Kata'  (pixabay)
Syair Populer Hamzah Fansuri 'Sidang Fakir Empunya Kata' (pixabay)

Redaksi88.com- Hamzah Fansuri seorang pengarang syair populer 'Sidang Fakir Empunya Kata'. Syair ini menggambarkan perjumpaan antara seorang fakir dengan Tuhan.

Dalam syair ini, Hamzah Fansuri mengajak manusia untuk mengenal diri sendiri dan mencari kedekatan dengan Tuhan melalui introspeksi diri dan pengabdian seorang hamba.

Syair populer ini menceritakan tentang Allah sesuai dengan pengalaman batin yang dialaminya Syeikh Hamzah Fansuri.

Menurutnya, Allah itu terlalu nyata daripada semua hal yang nyata. Keadaan Allah dikatakan nyata karena seorang 'arif dapat melihat-Nya dengan mata hatinya dan bukan dengan mata kepalanya.

Karena itu, langkah pertama yang harus dilakukan oleh seorang 'arif agar dapat melihat Allah dengan jelas adalah mengenal dirinya yang pusatnya terletak di hati.

Berikut ini kutipan syair 'Sidang Fakir Empunya Kata' karya Syeikh Hamzah Fansuri.

Sidang fakir empunya kata. 
Tuhanmu zahir terlalu nyata. 
Jika sungguh engkau bermata. 
Lihatlah dirimu rata-rata. 

Kenal dirimu hai anak jamu. 
Jangan kau lupa akan diri kamu. 
Ilmu hakikat bagiku ramu. 
Supaya terkenal ketinggian adaMu.

Jika kau kenal dirimu baqi
Elokmu itu tiada berbagi
Hamba dan Tuhan da'im berdamai, Memandang dirimu jangan kau lalai. 

Kenal dirimu hai anak dagang.
Nafikan dirimu jangan kau sayang.
Nafi ithbat bagiku bintang.
Supaya mudah engkau datang.

Dengarkan sini hai anak datu.
Ombak dan air asalnya satu.
Seperti manikam muhith dengan nyata. Inilah tamsil engkau dan rata.

Jika terpandang olehmu firman.
Pada kitab Taurat, Injil, Zabur, dan Furqan. Wa Huwa ma'akum pada ayat Qur'an. Wa huwa bi kulli syai'in muhith terlalu 'aiyan.

Syariat Muhammad ambilkan suluh. Ilmu hakikat bagiku pertubuh. Nafsumu itu bagiku bunuh. Mangkanya dapat sekaliannya luruh.

Mencahari dunia berkawan-kawan. Oleh nafsu yang khabit kamu tertawan. Nafsumu itu bagiku lawan. 
Mumkin sampai engkau bangsawan.

Halaman:

Editor: Syamsu Rizal

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Terkini

X