REDAKSI88.com - Pernahkah Anda mendengar tentang Auroville? Kota kecil di India ini dikenal luas sebagai “kota utopia” yang diklaim hidup tanpa uang, pemerintahan, bahkan agama. Namun, seperti apa sebenarnya kehidupan di dalamnya?
Auroville terletak di distrik Viluppuram, Tamil Nadu, India. Kota yang mendapat julukan The City of Dawn atau “Kota Fajar” ini dirancang untuk dihuni hingga 50.000 orang dari berbagai belahan dunia.
Visinya ambisius, menciptakan kota universal tempat semua orang, tanpa memandang asal-usul, agama, atau politik, dapat hidup damai dan harmonis. Lebih jauh, Auroville ingin menjadi simbol persatuan manusia di masa depan.
Baca Juga: 5 Rekomendasi Destinasi Wisata Bertema Buddha untuk Rayakan Waisak 2025
Auroville didirikan pada Februari 1968 oleh Mirra Alfassa, seorang perempuan asal Prancis yang dijuluki “Ibu”. Nama kota ini ia ambil dari pasangan spiritualnya, filsuf India Sri Aurobindo.
Meski awalnya berdiri di gurun tandus, Auroville berhasil berkembang. Kini, kota ini dihuni sekitar 3.300 orang dari 52 negara, setengahnya warga India dan sebagian lainnya berasal dari Prancis serta negara-negara Barat.
Perkembangannya turut didukung UNESCO dan pemerintah India, yang kemudian menetapkan Auroville sebagai “Kota Budaya Internasional”.
Baca Juga: Libur Panjang Imlek di China, Film Xiao Zhan Laris, Indonesia Jadi Destinasi Favorit
Konsep tata kota Auroville sangat unik. Mirra Alfassa merancangnya menyerupai galaksi, kemudian diwujudkan oleh arsitek Prancis Roger Anger.
Di pusat kota berdiri Matrimandir atau “Kuil Ibu”, bangunan berbentuk bola emas setinggi sembilan lantai yang difungsikan sebagai ruang meditasi. Dari pusat itu memancar empat zona: industri, budaya, perumahan, dan internasional.
Menariknya, warga Auroville juga berhasil mengubah gurun menjadi hutan dengan menanam lebih dari tiga juta pohon, menjadikan kota ini sebagai contoh perencanaan ekologis yang visioner.
Baca Juga: Menelusuri Keindahan Chongqing: 7 Destinasi Wisata Ikonik yang Harus Dikunjungi
Hidup Tanpa Uang
Salah satu hal paling kontroversial dari Auroville adalah sistem ekonominya. Penduduk, yang disebut Aurovillian, diminta menyerahkan kepemilikan pribadi mereka kepada komunitas. Mereka tidak menerima uang sebagai pembayaran kerja, karena kebutuhan dasar diusahakan dipenuhi bersama.