Ikon Legendaris Yogyakarta, Hamzah Sulaiman Tutup Usia, Sosok di Balik House of Raminten dan Mirota Batik Malioboro

Ibrahim Shiddiq, Redaksi88
- Kamis, 24 April 2025 | 14:30 WIB
Ikon Legendaris Yogyakarta Raminten, Hamzah Sulaiman Meninggal Dunia.  (Instagram.com / @hamzah_sulaimann)
Ikon Legendaris Yogyakarta Raminten, Hamzah Sulaiman Meninggal Dunia. (Instagram.com / @hamzah_sulaimann)

Redaksi88.com – Kabar duka datang dari Kota Gudeg. Hamzah Sulaiman, sosok di balik brand legendaris House of Raminten dan Mirota Batik Malioboro, meninggal dunia pada Rabu malam, 23 April 2025, pada usia 75 tahun.

Tokoh yang lebih dikenal publik dengan nama Raminten ini menghembuskan napas terakhir usai menjalani perawatan di RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta.

Kabar duka tersebut dikonfirmasi oleh Nova, manajer House of Raminten. Ia menyampaikan bahwa jenazah Hamzah akan menjalani prosesi kremasi pada Sabtu, 26 April 2025 di Rumah Duka PUKJ, Jalan Kadipiro, Yogyakarta.

Baca Juga: Pasca Kepergian Mbok Yem, Bagaimana Nasib Warung di Puncak Gunung Lawu? Begini Kata Keluarga

“Sesuai kesepakatan keluarga, jenazah akan dikremasi terlebih dahulu pada hari Sabtu nanti,” ujar Nova pada Kamis, 24 April 2025.

Meskipun penyebab pasti wafatnya belum dirilis secara resmi, diketahui bahwa Hamzah memiliki riwayat penyakit gula darah. Ia sempat menjalani pengobatan sebelum akhirnya berpulang.

Nama Raminten sudah sangat dikenal di dunia kuliner dan kebudayaan Yogyakarta. Bukan hanya seorang pengusaha, Hamzah juga dikenal sebagai seniman dan budayawan yang berdedikasi tinggi.

Ia menjadikan karakter Raminten yang awalnya hadir di layar kaca lokal sebagai simbol kebudayaan sekaligus kunci sukses bisnis kulinernya.

Melalui karakter ini, Hamzah tak sekadar menyuguhkan makanan khas Jawa, tetapi juga menyisipkan nilai-nilai filosofi hidup, estetika tradisional, dan pengalaman budaya yang kental kepada setiap pengunjungnya.

Warisan yang ditinggalkan Hamzah bukan hanya berupa restoran, tetapi juga sebuah ruang pertemuan lintas generasi dan lintas budaya.

Baca Juga: CITCOM CONNEXT 2025: Komdigi, Komunitas, dan Dunia Usaha Sepakat Dorong Adopsi AI

Kepergiannya tentu menjadi kehilangan besar, tak hanya bagi masyarakat Yogyakarta, tapi juga bagi para seniman, pelaku budaya, dan sektor pariwisata secara luas.

Karakter Raminten sendiri bukanlah tokoh fiksi biasa. Ia merupakan wajah dari House of Raminten, restoran yang kini jadi ikon di Yogyakarta menggabungkan kuliner, seni, dan budaya dalam satu tempat yang unik dan khas.

Sosok ini lahir dari gagasan kreatif Hamzah Sulaiman, seniman dan pengusaha asal Yogyakarta, yang juga merupakan anak bungsu dari pendiri Mirota Batik Malioboro.

Halaman:

Editor: Ibrahim Shiddiq

Sumber: Pemberitaan Media Siber

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X