Redaksi88.com – Nama Wakiyem, atau yang lebih dikenal sebagai Mbok Yem, sudah begitu melekat di kalangan para pendaki Gunung Lawu.
Ia bukan sekadar penjaga puncak, tapi juga pemilik warung legendaris di Hargo Dumilah, titik tertinggi gunung tersebut.
Namun, perjalanan panjang Mbok Yem di dunia pendakian akhirnya benar-benar berakhir.
Memasuki usia lanjut, Mbok Yem memutuskan untuk pensiun dari aktivitasnya di puncak gunung lawu dan memilih menetap di rumah bersama keluarga.
Keputusan besar itu diambil menjelang Hari Raya Idulfitri 2025, seiring kondisi kesehatannya yang terus menurun.
Baca Juga: CITCOM CONNEXT 2025: Komdigi, Komunitas, dan Dunia Usaha Sepakat Dorong Adopsi AI
Cucunya, Syaiful Bahri, menuturkan bahwa sang nenek turun gunung dan kembali ke kediamannya di Dusun Dagung, Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan.
Setelah itu, Mbok Yem sempat dirawat secara intensif selama hampir tiga pekan di RSU Aisyiyah Ponorogo karena mengalami komplikasi sejumlah penyakit.
“Setelah dirawat, kondisi Mbok Yem sempat menunjukkan perbaikan. Namun, beberapa hari setelah Lebaran, kesehatannya kembali melemah,” tutur Syaiful di rumah duka, Rabu malam, 23 April 2025.
Menurut Syaiful, dalam beberapa hari terakhir sebelum berpulang, kondisi almarhumah sempat membaik. Ia masih bisa berkomunikasi dan makan seperti biasa.
Namun, menjelang siang hari di hari kepergiannya, kondisi Mbok Yem tiba-tiba menurun drastis. Sekitar pukul 14.00 WIB, beliau menghembuskan nafas terakhir.
Sebelum berpulang, Mbok Yem sempat menyampaikan keinginan terakhirnya kepada keluarga.
Ia merasa saatnya untuk beristirahat telah tiba, dan tidak lagi ingin kembali ke puncak Lawu.
Baca Juga: Harga Emas Hari Ini Terus Melambung! Ini Detail Harganya Saat Ini
Artikel Terkait
Direktur Jak TV Diduga Terima Rp487 Juta secara Pribadi dalam Kasus Perintangan Penyidikan
Kejagung Sita Aset Ariyanto Bakri di Kasus Suap Hakim di PN Jakarta, Terdapat 2 Kapal hingga 5 Mobil Mewah
Terungkap! Ini Alasan Gudang CV Sentosa Seal Disegel Usai Viral Dugaan Tahan Ijazah Karyawan
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi Ungkap 15 Ijazah Karyawan Diduga Ditahan oleh CV Sentosa Seal
Kedua Kalinya Terjerat Kasus Penyalahgunaan Narkoba, Fachri Albar Sempat Rehabilitasi Namun Tak Kapok