Belangian: Desa Tersembunyi di Tengah Danau dan Hutan Tropis Kalimantan Selatan

Syamsu Rizal, Redaksi88
- Minggu, 21 September 2025 | 11:44 WIB
Keindahan alam desa wisata di Kalsel dengan berbagai biodata flora dan fauna dan berbagai jenis tumbuhan hutan tropis.  (Foto: Benny Benardie)
Keindahan alam desa wisata di Kalsel dengan berbagai biodata flora dan fauna dan berbagai jenis tumbuhan hutan tropis. (Foto: Benny Benardie)

REDAKSI88.com - Wisata alam kini semakin digandrungi, terutama yang mengandung nilai edukasi. Salah satu destinasi menarik di Indonesia dapat dikunjungi di Desa Belangian, Kecamatan Banjar, Kabupaten Martapura, Kalimantan Selatan.

Dengan biaya hanya ratusan ribu rupiah, para wisatawan dapat menikmati pelayanan sekaligus memperoleh edukasi tentang kekayaan alam, yang memicu inspirasi dan memperluas pengetahuan.

Provinsi yang dijuluki Babussalam ini memang kaya akan potensi alam, khususnya pariwisata bernilai tinggi yang mempesona sekaligus mendidik bagi anak negeri.

Baca Juga: Pesona Tersembunyi di Lampung: Liburan Seru di Bendungan Batu Tegi

Dari titik nol Kota Banjarmasin, perjalanan sekitar dua jam akan membawa wisatawan ke Pelabuhan Bukit Batu. Di sinilah mata disuguhkan hamparan danau luas yang terletak di bawah bukit, dengan pulau-pulau kecil yang tersebar dan latar belakang gunung menjulang yang menawan.

Dari pelabuhan, wisatawan akan menaiki kapal kelotok—sebutan masyarakat setempat untuk kapal wisata kecil—untuk menyeberangi danau menuju Belangian, sebuah desa yang dulunya menjadi pemukiman warga sebelum diterjang banjir besar.

Perjalanan air ini memakan waktu sekitar satu jam dan menghadirkan pengalaman tersendiri, di mana panorama alam danau menenangkan pikiran.

Baca Juga: Bertualang Bersama Gajah: Wisata Alam Tersembunyi di Bengkulu Utara

Setibanya di Desa Wisata Kahung Geopark Meratus, para wisatawan disambut hangat oleh Pembakal beserta warga desa. Setiap perwakilan wisatawan akan diberikan seuntai selendang sebagai simbol penghormatan masyarakat terhadap para tamu yang datang.

Pembakal menjelaskan, desa yang kini menjadi waduk ini memiliki sejarah tragis pada tahun 1965, namun transformasinya kini menjelma menjadi obyek wisata sekaligus sumber ekonomi bagi masyarakat lokal.

Sejak 1982, Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Selatan menetapkan desa ini sebagai desa wisata, dengan potensi alam, flora, dan fauna yang melimpah.

Baca Juga: Danau Gedang, Permata Tersembunyi Bengkulu yang Menyimpan Dua Pesona

Desa seluas 24 ribu hektar dan danau 9 ribu hektar ini memberdayakan 105 kepala keluarga untuk memanfaatkan kekayaan alam yang ada, termasuk sumber daya manusia.

Infrastruktur dasar pun mulai dibangun, seperti masjid, pusat kesehatan, serta sekolah, meskipun baru sebatas taman kanak-kanak dan sekolah dasar.

Halaman:

Editor: Syamsu Rizal

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X